Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Sosial Mulai Simulasi WFH untuk ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal di Tengah Arahan Presiden

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementerian Sosial Mulai Simulasi WFH untuk ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal di Tengah Arahan Presiden
Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf (sumber: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pantau - Kementerian Sosial mulai melakukan simulasi kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara sebagai respons atas arahan Presiden terkait sistem kerja fleksibel.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan simulasi ini dilakukan sambil menunggu ketentuan resmi dari Kementerian PANRB.

Ia mengungkapkan, "Kami sedang melakukan simulasi tetapi tentu kami akan menunggu ketentuan yang nanti dibuat oleh Kementerian PANRB sesuai arahan Bapak Presiden. Kita akan menyesuaikan, tetapi kami sudah mulai melakukan simulasi di bawah koordinasi Pak Sekjen."

Dalam simulasi tersebut, Kemensos mencoba menerapkan pola WFH pada hari tertentu seperti Jumat untuk menguji efektivitas pembagian kerja.

Uji coba ini bertujuan memastikan keseimbangan antara pegawai yang bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO) dan yang bekerja jarak jauh.

Menteri Sosial menegaskan bahwa kualitas layanan publik tetap menjadi prioritas utama dalam penerapan kebijakan ini.

Ia menyatakan, "Prioritas kami adalah yang penting layanannya tidak terganggu. Jadi layanan untuk masyarakat tidak terganggu tetapi kita juga bisa berbagi untuk WFO dan WFH-nya."

Kemensos memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya penerima bantuan sosial, tetap berjalan optimal meski sistem kerja fleksibel diterapkan.

Sekolah Rakyat Tetap Berjalan Normal

Kemensos menegaskan program Sekolah Rakyat tidak terdampak kebijakan WFH karena kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan secara tatap muka.

Keputusan ini diambil karena seluruh siswa tinggal di asrama sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung secara luring.

Siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada Senin, 29 Maret setelah libur Lebaran Idul Fitri.

Menteri Sosial menyatakan belum ada rencana penerapan sistem pembelajaran campuran atau hybrid di Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan, "Kami akan melakukan penyesuaian-penyesuaian. Sampai sekarang anak-anak ini kan kebetulan berasrama, jadi ya akan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Belum ada rencana untuk hybrid ya untuk Sekolah Rakyat belum ada."

Arahan Presiden dan Tren Global

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong efisiensi energi melalui kemungkinan penerapan WFH.

Presiden menyatakan, "Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar."

Sejumlah negara juga mulai menerapkan kebijakan serupa untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global.

Thailand menerapkan WFH bagi pegawai negeri serta membatasi penggunaan lift dan mengatur suhu pendingin ruangan.

Filipina memberlakukan sistem kerja empat hari dalam sepekan di sektor publik.

Pakistan menyiapkan kebijakan penghematan energi melalui pembelajaran jarak jauh dan sistem kerja dari rumah.

Penulis :
Shila Glorya