Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Edukasi Pemilahan Sampah dari Tingkat RW hingga TPS

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemprov DKI Jakarta Perkuat Edukasi Pemilahan Sampah dari Tingkat RW hingga TPS
Foto: Petugas Dinas LH DKI Jakarta melakukan memilah sampah yang dilakukan TPS3R Sinergi Bersih di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis 27/11/2025 (sumber: ANTARA/Prisca Triferna)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta petugas pendamping Bidang Pengelola Sampah di tingkat RW atau BPS RW untuk memperkuat edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar budaya memilah dan mengurangi sampah menjadi kebiasaan sehari-hari warga.

Penguatan Peran Petugas dan Sistem Pengelolaan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif petugas dalam seluruh proses pemilahan sampah dari hulu hingga hilir.

“Termasuk, petugas penanganan sampah badan air agar melakukan pemilahan dan pengolahan di fasilitas UPSBA (Unit Penanganan Sampah Badan Air),” ungkapnya.

Petugas pengumpul sampah atau tukang gerobak juga diingatkan untuk menjaga agar sampah yang sudah dipilah tidak tercampur kembali selama proses pengangkutan.

Dalam proses pengangkutan, pencampuran sampah dilarang hingga ke fasilitas pengolahan, termasuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang harus mempertahankan kondisi sampah tetap terpilah sesuai kategorinya.

Jajaran suku dinas dan satuan pelaksana diminta mengoptimalkan berbagai fasilitas pengolahan sampah di lingkungan warga seperti bank sampah, komposting, dan biokonversi maggot BSF.

“Langkah ini penting agar sampah dapat diselesaikan sejak dari sumber dan tidak seluruhnya bermuara ke TPST Bantargebang,” ujarnya.

Momentum Halal Bihalal sebagai Titik Perubahan

Penguatan pemilahan dan pengurangan sampah di tingkat masyarakat ditegaskan sebagai prioritas utama dalam sistem pengelolaan lingkungan di Jakarta.

Seluruh jajaran Dinas Lingkungan Hidup diminta memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan konsisten tanpa terputus dari hulu hingga hilir.

Asep Kuswanto juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum halal bihalal Idul Fitri 1447 H sebagai titik balik dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Halal bihalal harus dimaknai lebih dari sekadar tradisi saling memaafkan, tetapi juga sebagai ruang refleksi untuk memperbaiki cara kerja yang lebih disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.

Penulis :
Arian Mesa