
Pantau - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali mendukung penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas sebagai langkah melindungi anak dari berbagai ancaman di ruang digital yang kian marak.
Banyak Kasus Anak Terpapar Konten Berbahaya
Ketua KPPAD Bali Ni Luh Gede Yastini mengungkapkan dukungan tersebut didasari banyaknya kasus yang melibatkan anak di dunia digital.
“Kami dukung ini karena melihat kondisi anak-anak kita di ruang digital saat ini perlindungannya tidak ada, banyak sekali anak-anak di Bali menjadi korban bully, kemudian kekerasan seksual yang berbasis online, bahkan yang terakhir kami dampingi anak-anak terpapar radikalisme terorisme melalui media sosial,” ungkapnya.
Ia menjelaskan kasus perundungan kerap terjadi di kolom komentar media sosial tanpa sepengetahuan orang tua dan dapat berujung pada kekerasan fisik.
Selain itu, anak juga rentan menjadi korban kekerasan seksual yang berawal dari perkenalan di media sosial hingga masuknya paham radikalisme.
Peran Orang Tua dan Literasi Digital Jadi Kunci
Yastini menilai PP Tunas menghadirkan pembatasan akses bagi anak terhadap konten berisiko tinggi serta memperkuat peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai.
Ia mencontohkan platform seperti Roblox dan TikTok yang dinilai berisiko jika tidak diawasi secara ketat.
“Di Roblox kita melihat bagaimana permainannya mengajari anak-anak kita menembak sekolah, ini sangat miris ya anak-anak bisa merasa menembaki sekolah hal yang biasa,” ujarnya.
Ia juga menyoroti algoritma media sosial yang dapat terus menyajikan konten serupa setelah sekali diakses oleh anak.
“Mereka klik sekali akan terus dikirimi itu karena dinilai tertarik, setelah semakin tertarik maka akan dihubungi, dikirim pesan, hingga diundang ke grup-grup yang lebih kecil sehingga akhirnya terdoktrin,” katanya.
Menurutnya, pembatasan akses digital bukan pelanggaran hak anak, melainkan upaya perlindungan yang perlu dilakukan negara bersama orang tua.
KPPAD Bali juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital melalui peran tenaga pendidik agar implementasi PP Tunas berjalan efektif.
- Penulis :
- Aditya Yohan








