Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Sulsel Tegaskan Pembatasan Gawai Siswa Sudah Diterapkan Sejak Awal Menjabat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Gubernur Sulsel Tegaskan Pembatasan Gawai Siswa Sudah Diterapkan Sejak Awal Menjabat
Foto: (Sumber : Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyapa siswa siswa pada suatu acara, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel..)

Pantau - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan kebijakan pembatasan penggunaan gawai bagi siswa telah diterapkan sejak awal masa jabatannya untuk melindungi anak dari dampak negatif media sosial.

Pembatasan Gawai Diterapkan di Lingkungan Sekolah

Kebijakan ini diterapkan dengan melarang penggunaan gawai oleh siswa selama berada di lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah Pak Menteri (Mendikdasmen Abdul Mu'ti), Sulawesi Selatan ini telah memperlakukan sejak awal menjabat. Saya sudah membatasi gadget (gawai) anak sekolah untuk di sekolah, tidak dipakai di sekolah," ungkapnya.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut diambil setelah melihat banyak siswa lebih fokus menggunakan gawai dibandingkan mengikuti proses pembelajaran.

Gubernur juga mengapresiasi penguatan kebijakan dari pemerintah pusat terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Dukungan Regulasi dan Literasi Digital

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Iqbal Nadjamuddin mendukung implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.

Meski ada pembatasan, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan tetap didorong selama berada dalam pengawasan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga ketahanan digital anak.

"Di era digital ini, kita diperhadapkan dengan tantangan baru yang memerlukan kecermatan, etika, dan kebijaksanaan dalam penggunaan media sosial dan perangkat digital," ujarnya.

Pemerintah daerah berharap kebijakan ini mampu menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak sekaligus tetap mendukung kualitas pendidikan berbasis teknologi.

Penulis :
Aditya Yohan