
Pantau - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembangunan daerah dengan merekrut mereka sebagai staf khusus di lingkungan pemerintah provinsi.
Kebijakan ini disampaikan usai kegiatan silaturahmi dan halal bihalal bersama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Mahasiswa yang direkrut berjumlah sekitar 17 hingga 25 orang dan akan ditempatkan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan di bawah Bapperida.
"Nanti kita libatkan dalam litbang (penelitian dan pengembangan) yang dibawahi Bapperida ya, baik dalam pengawasan, Program Kartu Huma Betang Sejahtera, serta lainnya," ujar Agustiar.
Keterlibatan ini mencakup pengawasan program serta pelaksanaan Program Kartu Huma Betang Sejahtera dan kegiatan pembangunan lainnya.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga turut mencari solusi.
Gubernur menilai mahasiswa sebagai kekuatan intelektual strategis dalam pembangunan daerah.
Melalui keterlibatan ini, mahasiswa dapat memahami langsung sistem pemerintahan, termasuk regulasi, kewenangan, dan proses kerja.
Peran mahasiswa juga dinilai penting dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka ruang dialog dan kolaborasi seluas-luasnya bagi generasi muda.
Di sisi lain, pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal yang cukup berat.
APBD tahun 2026 mengalami penurunan signifikan hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"APBD Tahun 2026 mengalami pengurangan yang signifikan, hampir mencapai 50 persen dibandingkan 2025, yaitu dari sekitar Rp10,3 triliun menjadi Rp5,4 triliun," kata Agustiar.
Meski anggaran menurun, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program prioritas yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat.
Pelaksanaan program akan mengedepankan prinsip efektivitas, efisiensi, dan tepat sasaran.
- Penulis :
- Gerry Eka







