
Pantau - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memastikan tidak ada perbedaan signifikan terkait inisial terduga pelaku dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, berdasarkan keterangan Polda Metro Jaya dan TNI.
Komisioner Komnas HAM Saurlin P. Siagian menyatakan perbedaan inisial yang sempat mencuat merujuk pada individu yang sama.
"Perbedaan inisial itu kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan. Mereka mengatakan itu orang yang sama kira-kira gitu. Itu orang yang sama," ungkapnya.
Penyelidikan dan Keterlibatan TNI
Polda Metro Jaya hingga kini masih melakukan penyelidikan intensif terkait dugaan keterlibatan anggota TNI dalam kasus tersebut.
"Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan pihak TNI. Masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita akan menunggu hasil penyelidikannya," ujarnya.
Komnas HAM juga mengonfirmasi bahwa empat terduga pelaku merupakan personel Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berdasarkan informasi dari kepolisian.
"Seperti rilis yang sudah disampaikan oleh Polda Metro Jaya, terkonfirmasi bahwa mereka dari BAIS dari pihak TNI," kata Saurlin.
Koordinasi dan Pemantauan Komnas HAM
Polda Metro Jaya telah menyerahkan sejumlah dokumen kepada pihak TNI guna mendukung proses pengusutan kasus.
"Pihak PMJ menyerahkan beberapa dokumen yang dibutuhkan oleh pihak TNI. Itu yang kita dapatkan," ucapnya.
Komnas HAM menerima penjelasan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya selama tiga jam terkait perkembangan penyelidikan.
Komnas HAM menilai informasi yang diperoleh sudah cukup untuk kebutuhan pemantauan sementara meski masih memerlukan tambahan data.
"Kami juga sudah mendapatkan informasi banyak hal dari Polda Metro Jaya, kami pikir sudah cukup. Fakta-fakta yang sekarang kami butuhkan juga sudah beberapa hal sudah disampaikan, dan kami masih meminta beberapa hal lagi ya kepada Polda Metro Jaya untuk diserahkan kepada kita," tuturnya.
- Penulis :
- Arian Mesa









