
Pantau - Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) teknis yang mengatur pemberian denda terhadap lahan sawah dilindungi yang telah beralih fungsi menjadi nonpertanian, dengan target penyelesaian dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Regulasi Denda Alih Fungsi Sawah
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa aturan ini difokuskan pada penanganan sawah yang sudah telanjur berubah fungsi menjadi lahan nonpertanian.
Ia mengungkapkan, "RPP teknisnya nanti untuk denda, lagi dirumuskan sekarang. Misalnya kalau dia memakai sawahnya yang produktif ada irigasinya maka dia harus ganti tiga kali lipat, atau bagaimana nanti lagi dirumuskan."
Besaran penggantian tersebut akan ditentukan berdasarkan tingkat produktivitas lahan yang dialihfungsikan.
Zulkifli Hasan menambahkan, "Sepuluh hari ini akan diselesaikan oleh eselon I, baru kita melangkah selanjutnya untuk harmonisasi."
Berdasarkan data sementara pemerintah, sejak 2019 hingga 2025 terdapat hampir 600 ribu hektare sawah yang telah berubah menjadi nonsawah, sementara data periode 2010 hingga 2019 masih dalam proses pendataan.
Target Perluasan Sawah Nasional
Pemerintah juga telah menetapkan lahan sawah dilindungi di delapan provinsi dengan total luas sekitar 3.836.944 hektare.
Selain itu, sebanyak 12 provinsi tambahan dengan luas 2.739.640,69 hektare telah selesai secara teknis dan tinggal menunggu penetapan resmi.
Penetapan lahan sawah dilindungi di 17 provinsi tersisa ditargetkan rampung pada kuartal II tahun 2026 dengan tambahan luas sekitar 744 ribu hektare.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kebijakan ini tidak hanya bersifat sanksi, tetapi juga bertujuan menambah luas lahan sawah nasional.
Ia mengatakan, "Ini kita akan buat regulasinya, tetapi yang terpenting sawah ini akan ada penggantinya."
Amran Sulaiman juga optimistis kebijakan ini dapat meningkatkan luas sawah secara signifikan.
Ia menambahkan, “Syukur-syukur dua kali, tiga kali berarti kita bisa dapat 1 juta sampai 2 juta hektare. Dan kalau ini jadi kenyataan, ini sangat membantu negara.”
- Penulis :
- Leon Weldrick








