
Pantau - Pemerintah Prancis mendesak digelarnya rapat darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah tiga personel UNIFIL gugur dalam insiden di Lebanon selatan.
Desakan Rapat Darurat dan Kecaman Prancis
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan permintaan tersebut menyusul insiden serius yang menimpa pasukan penjaga perdamaian PBB.
"Karena insiden yang sangat serius melibatkan pasukan UNIFIL, saya telah meminta rapat darurat Dewan Keamanan PBB," ujarnya melalui media sosial X.
Barrot juga mengecam keras serangan yang menyebabkan korban jiwa serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Ia menyerukan dilakukannya penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kronologi kejadian.
Selain itu, Prancis turut mengutuk serangan terhadap kontingennya di wilayah Naqoura yang disebut sebagai pelanggaran keamanan dan tindakan intimidasi oleh tentara Israel.
Kronologi Insiden dan Dampaknya
UNIFIL melaporkan satu personel penjaga perdamaian asal Indonesia gugur akibat tembakan yang menghantam pos mereka pada Minggu malam (29/3).
Dalam 24 jam berikutnya, dua personel lainnya dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kendaraan patroli di wilayah Bani Haiyyan.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan yang menjadi wilayah operasi UNIFIL sejak dibentuk oleh DK PBB pada 1978.
Mandat UNIFIL diperkuat pada 2006 untuk memantau penghentian permusuhan serta menjaga stabilitas kawasan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








