
Pantau - Warga di sekitar TPS Rawadas, Duren Sawit, Jakarta Timur, meminta pemerintah menambah armada truk pengangkut sampah menyusul penumpukan hingga setinggi empat meter yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan.
Sampah Menggunung Picu Keluhan Warga
Permintaan itu disampaikan warga karena tumpukan sampah di TPS Rawadas terus meningkat sejak menjelang Lebaran dan belum tertangani secara maksimal.
"Kami berharapnya minimal ada dua truk pengangkut, supaya sampah bisa langsung dibawa semua dan tidak ada yang menumpuk lama," ungkap petugas sampah setempat, Manap, di Jakarta, Selasa (31/3).
Ia menyebutkan volume sampah saat ini setara dengan tiga truk, namun baru satu armada yang melakukan pengangkutan sehingga sisanya masih menumpuk di lokasi.
"Warga pada komplain karena sampah numpuk. Kita juga tidak bisa berbuat banyak karena mobilnya terbatas," ujarnya.
Tumpukan sampah yang mencapai dua hingga empat meter tersebut juga menimbulkan bau tidak sedap dan membuat lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman.
Kendala Pengangkutan dan Dampak Lingkungan
Penumpukan sampah terjadi akibat terbatasnya armada serta gangguan pengangkutan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Ketua RW setempat, Ninu Hadi Purwanto, mengatakan kondisi tersebut diperparah karena tidak adanya truk yang datang ke TPS dalam beberapa waktu.
"Hari ini menumpuk seperti ini karena tidak ada truk yang merapat ke TPS, sehingga sampah menumpuk hingga setinggi dua sampai empat meter," ungkapnya.
Ia menjelaskan sejumlah truk yang sudah terisi sampah tidak dapat langsung membuang muatan ke Bantargebang sehingga harus kembali tanpa mengosongkan muatan.
Akibatnya, sampah dari warga terus menumpuk di TPS Rawadas dan meluber hingga ke akses jalan.
Warga berharap pemerintah daerah segera menambah armada pengangkut agar penanganan sampah lebih cepat dan tidak menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf









