Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kecam Serangan terhadap Prajurit TNI di Lebanon, DPR Desak PBB Lakukan Investigasi Transparan

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kecam Serangan terhadap Prajurit TNI di Lebanon, DPR Desak PBB Lakukan Investigasi Transparan
Foto: Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah (sumber: DPR RI)

Pantau - Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengutuk keras serangan terhadap tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Ia menegaskan bahwa serangan terhadap personel penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional serta bertentangan dengan Piagam PBB.

"Kami tentu mengutuk keras atas terjadinya serangan ini. Serangan terhadap pasukan perdamaian itu sama sekali tidak bisa dibenarkan," ungkapnya.

Peran Pasukan Perdamaian Indonesia

Rizki menjelaskan bahwa keberadaan Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon bukan untuk berperang atau melakukan serangan.

Ia menekankan bahwa tugas utama pasukan tersebut adalah memastikan keamanan warga sipil di tengah konflik bersenjata.

Menurutnya, prajurit TNI yang bertugas telah menjalankan amanat konstitusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

"Pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon hadir justru untuk memastikan tidak ada lagi korban sipil yang menjadi korban dari konflik senjata. Kita berikan penghargaan tertinggi kepada prajurit-prajurit kita," ia mengungkapkan.

Desakan Investigasi oleh PBB

Menyikapi meningkatnya eskalasi konflik, Rizki mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah tegas.

Ia menuntut adanya investigasi yang menyeluruh dan transparan atas insiden serangan tersebut.

"Sekarang saatnya Dewan Keamanan PBB untuk menunjukkan adanya ketegasan. Mudah-mudahan bisa terjadi investigasi secara menyeluruh dan transparan. Kami berbela sungkawa dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ungkapnya.

Informasi tambahan mengenai kondisi korban dan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut masih dalam proses penelusuran oleh otoritas terkait.

Penulis :
Shila Glorya