Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kemenag Targetkan 500 Ribu Pendidik Ikuti Pelatihan Digital MOOC Pintar Secara Serentak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenag Targetkan 500 Ribu Pendidik Ikuti Pelatihan Digital MOOC Pintar Secara Serentak
Foto: (Sumber : Pembahasan desain pengembangan kompetensi SDM Kemenag yang diinisiasi Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) SDM Kemenag. ANTARA/HO-Kemenag/aa..)

Pantau - Kementerian Agama menargetkan pelatihan berbasis digital melalui platform Massive Open Online Course (MOOC) Pintar dapat menjangkau hingga 500 ribu pendidik secara serentak sebagai bagian dari transformasi pengembangan kompetensi SDM.

Transformasi Digital Jadi Kebutuhan Mendesak

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Kemenag Mastuki menegaskan pelatihan konvensional tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi aparatur.

"Jika pelatihan tetap dilakukan secara konvensional, maka ketertinggalan kompetensi ASN adalah sebuah keniscayaan," ujarnya.

Ia menyebut digitalisasi menjadi solusi untuk menjangkau jutaan ASN di seluruh Indonesia secara lebih efisien dan cepat.

Menurutnya, transformasi ini didorong oleh berbagai faktor seperti efisiensi anggaran, percepatan akses pembelajaran, pemerataan kualitas materi, serta sistem pemantauan berbasis data secara real-time.

“Digitalisasi melalui platform Pintar memastikan standar materi yang sama persis diterima oleh seluruh guru, kepala madrasah, hingga staf secara serentak dari sumber utama,” katanya.

Pendekatan Micro-Credentials Permudah Pembelajaran

Kemenag mengusung pendekatan micro-credentials dalam pelatihan yang memecah materi menjadi bagian lebih kecil dan fleksibel.

Pakar pendidikan Bahrul Hayat menjelaskan metode ini memudahkan peserta mengikuti pelatihan tanpa harus menyediakan waktu panjang.

"Ini akan sangat membantu dan memudahkan peserta dalam belajar. Jika peserta hanya memiliki waktu dua atau tiga jam, mereka tetap bisa belajar. Jadi, untuk mengembangkan kompetensi, mereka tidak harus menyediakan waktu tiga hari atau seminggu penuh," ujarnya.

Ia menambahkan sistem ini juga memungkinkan pemberian pengakuan bertingkat bagi peserta sesuai capaian pembelajaran mereka.

Program ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kompetensi pendidik serta menjawab tantangan perubahan pola belajar di era digital.

Penulis :
Aditya Yohan