Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kirab Budaya Ribuan Pamong Desa Meriahkan HUT ke-80 Sri Sultan HB X, Warga DIY Tumpah Ruah di Jalanan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kirab Budaya Ribuan Pamong Desa Meriahkan HUT ke-80 Sri Sultan HB X, Warga DIY Tumpah Ruah di Jalanan
Foto: Sejumlah pamong dan warga Kalurahan Tirtoadi berjalan membawa hasil bumi saat mengikuti Kirab Pamong dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) se-Daerah Istimewa Yogyakarta di kawasan Titik Nol Kilometer menuju Pagelaran Keraton Yogyakarta, Kamis 2/4/2026 (sumber: ANTARA/Sayyida Nafisa)

Pantau - Belasan ribu pamong desa dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti kirab budaya dalam rangka Mangayubagya 80 Yuswa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis, 2 April 2026.

Kirab budaya tersebut dimulai sejak pukul 07.30 WIB dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta menuju Pagelaran Keraton Yogyakarta.

Peserta kirab berasal dari lima kabupaten/kota di DIY yakni Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Seluruh peserta mengenakan pakaian adat Jawa gaya Keraton Yogyakarta dan berjalan kaki sambil membawa hasil bumi dari wilayah masing-masing.

Masyarakat umum yang menyaksikan kirab juga dianjurkan mengenakan busana adat Jawa atau batik untuk menambah semarak acara.

Kirab Hasil Bumi sebagai Wujud Syukur

Kirab budaya ini menjadi bentuk ungkapan cinta dan penghormatan masyarakat DIY kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X sekaligus wujud rasa syukur atas kepemimpinan beliau.

Setiap kelurahan membawa hasil bumi sesuai potensi wilayah seperti padi, sayuran, buah-buahan, hingga umbi-umbian.

Lurah Tlogoadi Kabupaten Sleman Sutarja mengatakan peserta dari wilayahnya terlebih dahulu berkumpul sebelum berangkat bersama menuju lokasi kirab.

"Di Kabupaten Sleman ada 86 kelurahan dengan beragam potensi hasil bumi. Hasil buminya ada polo kependem (ubi-ubian), ada buah-buahan, ada sayur-sayuran, ada padi, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Hasil bumi yang diterima Keraton Yogyakarta kemudian diserahkan kembali kepada bupati dan wali kota untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ribuan Peserta Gunungkidul dan Angkringan Gratis

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Gunungkidul Arif Aldian menyebutkan pihaknya mengirimkan sekitar 4.000 peserta dalam kirab tersebut.

Peserta dari Gunungkidul berasal dari 144 kelurahan, 18 kapanewon, serta melibatkan kepala perangkat daerah, BUMD, dan Abdi Dalem Kaprajan.

Ia mengungkapkan peserta dari wilayahnya telah berangkat sejak dini hari untuk mengikuti kegiatan tersebut.

"Peserta dari Gunungkidul berangkat sejak pukul 05.00 WIB. Ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan kami kepada Ngarsa Dalem atas ulang tahun ke-80. Kami berharap beliau selalu diberikan kesehatan dan keselamatan," katanya.

Pada akhir kegiatan, panitia menyediakan angkringan gratis yang melibatkan pelaku UMKM dari seluruh kabupaten/kota di DIY.

Salah satu pedagang angkringan bernama Ari (63) mengaku telah mempersiapkan dagangannya sejak tengah malam.

"Kami membawa sekitar 200 porsi nasi, 200 sate, dan 200 air mineral yang dikemas dalam besek. Setiap besek berisi nasi, gorengan, dan sate. Makanan ini dibagikan gratis kepada masyarakat dengan menggunakan kupon dari panitia," katanya.

Kegiatan kirab ini juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata di DIY melalui penguatan nilai-nilai budaya lokal.

Penulis :
Leon Weldrick