
Pantau - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta mencatat jumlah pendatang pascalebaran ke Ibu Kota mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Tren Penurunan dan Perubahan Pola
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto menyebut tren urbanisasi menunjukkan penurunan signifikan sejak 2024.
Ia mengatakan, “Urbanisasi di Jakarta, terutama pendatang baru pascalebaran, dua tahun terakhir ini, justru penurunannya lumayan.”
Pada 2024, jumlah pendatang turun sekitar 37,47 persen dibandingkan 2023, sementara pada 2025 kembali turun sebesar 0,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran pola urbanisasi di Jakarta.
Ia mengungkapkan, “Ini menandakan pola urbanisasi di DKI Jakarta, khususnya pendatang pada saat pascalebaran terjadi perubahan. Kalau sebelum tahun 2022, orang datang ke Jakarta biasanya sudah nekat.”
Data Pendatang dan Imbauan Pemerintah
Denny menjelaskan bahwa kini pendatang cenderung lebih siap dengan keterampilan kerja dan tempat tinggal sebelum datang ke Jakarta.
Data per 1 April 2026 mencatat sebanyak 1.776 pendatang baru masuk ke DKI Jakarta, terdiri dari 891 laki-laki dan 885 perempuan.
Mayoritas pendatang berada pada usia produktif 15–64 tahun dengan persentase 79,34 persen.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa kota tetap terbuka bagi pendatang selama memiliki keterampilan dan persiapan yang memadai.
Selain itu, pendatang diwajibkan melapor dan tercatat dalam administrasi kependudukan.
Pendataan pendatang baru dilakukan melalui layanan jemput bola yang berlangsung sepanjang April 2026 di seluruh wilayah DKI Jakarta.
- Penulis :
- Aditya Yohan








