
Pantau - Visualisasi Jalan Salib di Gereja Katolik Paroki Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Timur, mengangkat pesan pertobatan ekologis sebagai bagian dari refleksi iman dalam rangkaian Jumat Agung 2026.
Kegiatan ini dikemas dalam bentuk tablo yang menggambarkan perjalanan sengsara Yesus Kristus menuju penyaliban.
Romo Paroki Robertus Bellarminus Paulus Andri Astanto mengatakan visualisasi tersebut menjadi sarana refleksi iman yang kontekstual bagi umat.
"Ini menjadi tanda bahwa kita diajak untuk menjaga alam semesta, merawat bumi sebagai ciptaan Allah," ungkapnya.
Pesan Ekologis dalam Simbol dan Pertunjukan
Andri menjelaskan pesan pertobatan ekologis disisipkan dalam setiap adegan sebagai bagian dari arah dasar (Ardas) 2026.
Salah satu simbol yang ditampilkan adalah penggunaan bahan sederhana seperti botol plastik bekas sebagai properti.
"Tadi kalau kita melihat batu yang digunakan Yesus berdoa itu kan dari sebongkah botol air mineral bekas," ujarnya.
Ia menegaskan simbol tersebut mengajak umat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan.
Peran OMK dan Refleksi Iman Umat
Sebanyak 56 anggota Orang Muda Katolik (OMK) terlibat aktif dalam pertunjukan sebagai pelaku seni sekaligus penggerak spiritual.
Visualisasi ini dinilai efektif membantu umat memahami makna pengorbanan Kristus secara lebih mendalam.
“Kebangkitan Kristus menjadi awal bagi kita untuk membangun kehidupan yang baru, meneladani Yesus, dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Andri.
Kegiatan ditutup dengan prosesi simbolik pemakaman Yesus yang menjadi refleksi atas kematian sekaligus kemenangan atas dosa dan maut.
Tema Paskah 2026 “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita” menegaskan pentingnya perubahan hidup, termasuk dalam menjaga hubungan dengan sesama dan lingkungan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








