
Pantau - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap bandar narkoba Andre Fernando alias The Doctor berperan sebagai perantara dalam jaringan internasional serta memiliki dua atasan yang berbeda.
Peran The Doctor dan Jaringan Atasan
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyebut Andre memiliki dua atasan bernama Hendra dan Tomy yang tidak saling mengenal.
"Kedua atasan tersebut diketahui tidak saling mengenal satu sama lain," ungkap Eko.
Ia menjelaskan Hendra merupakan warga Aceh yang berdomisili di Malaysia, sedangkan Tomy adalah warga negara Malaysia.
Dalam jaringan tersebut, Andre berperan sebagai perantara sekaligus penjamin transaksi antara kedua atasannya dengan para pelanggan.
Andre diketahui pertama kali mengenal Hendra melalui rekannya Hendro alias Nemo, sementara perkenalannya dengan Tomy terjadi saat bermain judi di Genting Highland, Malaysia.
Rincian Transaksi dan Upaya Hilangkan Jejak
Polri mengungkap Andre melakukan sejumlah transaksi narkotika, termasuk sabu-sabu seberat 2 kilogram dan 3 kilogram pada Februari 2026 dengan harga Rp380 juta per kilogram yang kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Selain itu, ia juga memperdagangkan etomidate dan happy five dalam berbagai jumlah kepada pelanggan, termasuk kepada INS alias Mami Mika dengan keuntungan yang diperoleh dari selisih harga jual.
Transaksi tersebut dilakukan melalui berbagai lokasi, termasuk kawasan White Rabbit PIK Jakarta, dengan sistem pembayaran yang bervariasi.
Saat mengetahui dirinya masuk daftar pencarian orang sejak 1 Maret 2026, Andre membuang ponselnya di jalan tol dari Kuala Lumpur menuju Selangor untuk menghilangkan jejak.
"Dengan maksud menghilangkan jejak dan barang bukti yang ada di ponsel tersebut," kata Eko.
Hasil analisis rekening menunjukkan akun bank milik Andre digunakan sebagai penampungan dan perputaran dana hasil transaksi narkotika serta penyamaran aliran dana.
Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait jaringan narkoba yang melibatkan sejumlah pihak lintas negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








