
Pantau - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan enam agenda transformasi guna menghadapi dinamika dan tantangan ketenagakerjaan nasional yang semakin kompleks dan mendesak.
Enam Agenda Transformasi Ketenagakerjaan
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons strategis terhadap perubahan di sektor ketenagakerjaan.
“Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemnaker menjalankan enam agenda transformasi,” ungkapnya.
Enam agenda tersebut meliputi upaya membangun dan memulihkan kepercayaan publik serta melakukan transformasi layanan ketenagakerjaan agar lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Selain itu, Kemnaker juga mempersiapkan tenaga kerja masa depan melalui program upskilling dan reskilling.
“Lebih lanjut, memperkuat ketenagakerjaan yang inklusif, menegakkan norma ketenagakerjaan secara konsisten dan berkeadilan, serta mendorong hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” ujarnya.
Tantangan dan Penguatan Internal Kemnaker
Pemerintah disebut menghadapi setidaknya tujuh tantangan utama di bidang ketenagakerjaan, termasuk penguatan link and match serta optimalisasi Balai Latihan Kerja.
Tantangan lainnya mencakup penyediaan pekerjaan yang layak dan inklusif bagi kelompok rentan serta penyusunan dan pembaruan regulasi ketenagakerjaan.
“Selanjutnya, penegakan norma ketenagakerjaan dan K3 di industri, penerapan hubungan industrial yang transformatif, pengembangan Labor Market Information System melalui platform SiapKerja, serta reformasi birokrasi di Kemnaker,” kata Yassierli.
Sebagai bagian dari penguatan internal, Kemnaker melantik dan mengambil sumpah jabatan 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama.
Sebanyak 11 pejabat berasal dari mekanisme seleksi terbuka dan satu orang melalui mutasi antarinstansi.
Langkah tersebut dinilai menunjukkan komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam manajemen talenta aparatur sipil negara.
Menteri menekankan bahwa penguatan jajaran internal menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh jajaran, khususnya pejabat yang baru dilantik, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih responsif dan berdampak nyata.
“Ini menjadi tantangan yang tidak mudah bagi kita di Kemnaker. Karena itu, saya meminta seluruh jajaran, terutama pejabat yang baru dilantik, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Kualitas kerja pejabat strategis disebut akan memengaruhi berbagai aspek, mulai dari layanan pasar kerja, pelatihan vokasi, perluasan kesempatan kerja, hingga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
Selain itu, dampaknya juga mencakup keselamatan dan kesehatan kerja, penguatan data ketenagakerjaan, serta tata kelola internal kementerian.
- Penulis :
- Leon Weldrick








