HOME  ⁄  Nasional

Pengadaan 21.801 Motor Listrik TKDN 48,5 Persen untuk Program MBG, BGN Prioritaskan Daerah Sulit Akses

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pengadaan 21.801 Motor Listrik TKDN 48,5 Persen untuk Program MBG, BGN Prioritaskan Daerah Sulit Akses
Foto: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, pengadaan motor merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (sumber: bgn.go.id)

Pantau - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan produk dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen guna mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dukungan Operasional dan Industri Nasional

Motor listrik tersebut diproduksi di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat sebagai bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

Pengadaan ini bertujuan memperkuat distribusi layanan SPPG dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat melalui Program MBG.

"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN yang signifikan," ungkapnya.

Dadan sebelumnya menyampaikan rencana pengadaan motor menjelang taklimat bersama Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta.

Total motor yang direncanakan sebanyak 25 ribu unit dengan realisasi pengadaan mencapai 21.801 unit.

Tahap Administrasi dan Distribusi Bertahap

Saat ini seluruh motor masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan ke penerima manfaat.

"Motor listrik ini belum didistribusikan. Kami memastikan seluruh proses administrasi, termasuk pencatatan sebagai BMN, diselesaikan terlebih dahulu agar penggunaannya tertib, transparan, dan akuntabel," ujarnya.

Distribusi motor akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional di tiap wilayah dengan prioritas bagi kepala SPPG di daerah dengan akses transportasi sulit.

"Kita akan distribusikan nanti untuk operasional, seluruh orang yang ada di SPPG, terutama di daerah-daerah yang sulit," ungkapnya.

Penggunaan motor listrik dinilai penting untuk memastikan kelancaran penyaluran Program MBG di wilayah terpencil dengan keterbatasan akses transportasi.

Penulis :
Arian Mesa