
Pantau - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani mendorong penguatan peran Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh sebagai pusat pengembangan tenaga kesehatan berdaya saing global usai kunjungan ke Banda Aceh pada Kamis 9 April 2026.
Penguatan Kompetensi dan Kelas Internasional
Christina menilai langkah tersebut strategis untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kompetensi teknis tetapi juga kemampuan tambahan yang dibutuhkan di pasar global.
"Ini menjadi langkah strategis karena mahasiswa tidak hanya dibekali kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Jepang," ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi keberadaan kelas internasional di Poltekkes Aceh khususnya pada program studi keperawatan dan kebidanan sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan.
Penguasaan bahasa asing disebut menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing tenaga kesehatan Indonesia agar mampu bekerja di luar negeri secara profesional dan sesuai prosedur.
Pengembangan Migrant Center
Pemerintah turut mendorong pembentukan ekosistem penempatan tenaga kesehatan melalui kehadiran Migrant Center di lingkungan Poltekkes.
"Hal ini sejalan dengan kerja sama antara Kementerian P2MI dan Kementerian Kesehatan, Poltekkes Aceh akan menjadi salah satu titik pengembangan Migrant Center. Ini penting untuk memudahkan akses informasi terkait peluang kerja luar negeri, persyaratan, hingga kesiapan kompetensi," jelasnya.
Kehadiran Migrant Center diharapkan memperkuat peran institusi pendidikan dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia khususnya di sektor kesehatan.
Selama ini Poltekkes Aceh telah menghasilkan lulusan yang bekerja di berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Jepang, Qatar, Jerman, dan Taiwan.
"Kami akan terus mendorong kolaborasi dengan dunia pendidikan untuk memastikan tenaga kesehatan Indonesia memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar global," tegasnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick








