HOME  ⁄  Nasional

Baznas RI Jajaki Kolaborasi Internasional dengan STACO Libya untuk Program Kemanusiaan Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Baznas RI Jajaki Kolaborasi Internasional dengan STACO Libya untuk Program Kemanusiaan Global
Foto: (Sumber : Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Mokhamad Mahdum (kiri) menerima kunjungan dari organisasi kemanusiaan asal Libya, Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation (STACO) yang dipimpin oleh Chairman of the Board of Directors STACO, Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan (kanan) di Kantor Baznas RI, Jakarta, Kamis (9/4/2026). ANTARA/HO-Baznas RI)

Pantau - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI membuka peluang kolaborasi dengan organisasi kemanusiaan asal Libya, Shaikh Tahir Alzawi Charity Organisation (STACO), untuk memperkuat program pemberdayaan dan bantuan kemanusiaan lintas negara.

Fokus Kolaborasi Kemanusiaan Global

Pimpinan Baznas RI Mokhamad Mahdum menyampaikan pihaknya menyambut positif ajakan kerja sama dari STACO dalam berbagai program kemanusiaan.

Ia mengatakan, "Kita sangat senang, kita sangat bahagia bisa mendengarkan bagaimana teman-teman Libya punya program yang sangat bagus untuk membantu masyarakat Libya dan juga masyarakat Islam di negara lain."

Menurut Mahdum, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan dalam negeri, tetapi juga mencakup isu global seperti pembangunan masjid di Brasil, bantuan bagi korban banjir di Libya, hingga dukungan untuk pengungsi di Sudan.

Sebagai langkah awal, Baznas akan menindaklanjuti bantuan kemanusiaan bagi penyintas banjir di Libya melalui koordinasi bersama STACO.

Peluang Pendidikan dan Infrastruktur Religi

Baznas juga membuka peluang kerja sama di sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur keagamaan sebagai bagian dari penguatan kolaborasi.

Mahdum menegaskan, "Masalah kemanusiaan, masalah umat Islam adalah masalah bersama, seharusnya kita bersama-sama untuk menyelesaikannya bukan sendiri-sendiri."

Sementara itu, Chairman STACO Salem Abdulsalam ElArabi Ramadan mengungkapkan rencana pembangunan Universitas Imam Syekh Thahir Alzawi di Libya yang akan mulai beroperasi tahun depan.

Ia mengatakan, "Program-program adalah ide-ide yang mungkin dengan diskusi detail berubah menjadi proyek-proyek nyata dan konkret."

Selain itu, STACO juga menawarkan kemitraan strategis untuk menerima mahasiswa Indonesia setiap tahun serta menyediakan fasilitas asrama terintegrasi bagi pelajar Indonesia di Libya.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi lembaga zakat dan kemanusiaan dalam menjawab tantangan global secara bersama.

Penulis :
Aditya Yohan