
Pantau - Pemerintah China menyatakan kesiapan menjadi offtaker atau pembeli utama hasil produksi durian Indonesia setelah pertemuan antara Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Wang Lutong di Jakarta pada Senin, 13 April 2026.
China Siap Serap Produksi Durian Indonesia
Iftitah menyampaikan bahwa langkah ini menjadi solusi atas persoalan klasik di kawasan transmigrasi, yakni peningkatan produksi yang tidak diimbangi kepastian pasar.
"Selalu persoalannya transmigrasi itu adalah ketika kita meningkatkan produktivitas lalu offtaker-nya siapa. Oleh karena itu Pemerintah Tiongkok menyediakan diri sebagai offtaker, salah satunya itu adalah konsumen durian," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama ekspor akan dimulai dari durian beku sebelum dikembangkan ke ekspor durian segar yang lebih diminati pasar China.
"Ke depan kami akan upayakan untuk durian yang segar dan itu juga yang diharapkan oleh masyarakat Tiongkok. Mereka ingin mengharapkan durian-durian yang segar," ujarnya.
Potensi produksi durian Indonesia dinilai besar, termasuk dari kawasan transmigrasi seperti Parigi Moutong di Sulawesi Tengah yang dikenal sebagai salah satu kebun durian terbesar di Indonesia bahkan dunia.
Peluang Besar dari Permintaan Kelapa China
Selain durian, kerja sama juga mencakup komoditas kelapa yang memiliki permintaan tinggi di pasar China.
Iftitah menyebut kebutuhan durian di China mencapai sekitar Rp120 triliun per tahun, sementara kebutuhan kelapa mencapai sekitar Rp110 triliun per tahun.
"Selain itu, tadi beliau juga membahas terkait dengan konsumen kelapa. Kalau tadi durian kebutuhan per tahun sekitar Rp120 triliun, kalau kelapa sekitar Rp110 triliun per tahun kebutuhannya. 4 miliar butir kelapa, sementara Tiongkok itu baru bisa memenuhi kebutuhan 1 miliar butir. Jadi masih ada gap sekitar 3 miliar butir kelapa," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengisi kekurangan pasokan tersebut, didukung oleh ketersediaan lahan dan tenaga kerja di kawasan transmigrasi.
"Indonesia dalam hal ini juga kementerian transmigrasi punya potensi besar karena kami punya lahan dan tenaga kerja yang bisa ikut membantu," tambahnya.
- Penulis :
- Shila Glorya








