
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memfokuskan penanganan pada ketersediaan air bersih dan mitigasi risiko bencana dalam menghadapi musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.
Antisipasi Kekeringan dan Dampak El Nino
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyampaikan langkah ini dilakukan menyusul peringatan dini dari BMKG terkait potensi kemarau panjang.
Ia mengatakan, "Kami fokus pada langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak kekeringan dan risiko bencana lainnya di wilayah Jakarta," ungkapnya.
BPBD DKI saat ini mengoordinasikan penyediaan air bersih terutama bagi wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait penghematan air juga terus digencarkan sebagai upaya pencegahan.
Siapkan Armada Air dan Cegah Kebakaran
Untuk mendukung distribusi air bersih, BPBD menggandeng berbagai pihak seperti PAM Jaya, Dinas Sumber Daya Air, BAZNAS, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sejumlah sarana disiapkan mulai dari mobil tangki, tandon air, hingga Instalasi Pengolahan Air (IPA) stasioner dan mobile.
Selain krisis air, BPBD juga mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran di kawasan padat penduduk akibat cuaca panas ekstrem.
Isnawa mengingatkan, "Masyarakat diminta lebih teliti dalam memelihara perangkat elektronik dan steker listrik, serta mematikan aliran listrik yang tidak digunakan," katanya.
BPBD juga melakukan pemantauan serta perbaikan instalasi listrik di permukiman menengah ke bawah guna mencegah korsleting yang kerap menjadi penyebab kebakaran saat kemarau.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








