
Pantau - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Provinsi Riau pada 14–22 April 2026 guna menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Thomas Nifinlur mengatakan operasi tersebut dilakukan melalui 14 sorti penerbangan untuk meningkatkan kelembapan lahan serta mengisi cadangan air.
“Pelaksanaan OMC di Riau oleh Kemenhut bekerja sama dengan BMKG dan TNI AU. Hingga 15 April 2026, telah dilaksanakan penyemaian bahan semai sebanyak 2 sortie dengan total 1.600 kg NaCl, dengan area semai di sekitar Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai,” ujarnya.
Riau Masuk Wilayah Rawan Karhutla
Thomas menjelaskan Riau menjadi salah satu daerah rawan karhutla yang telah memasuki musim kemarau lebih awal sejak Februari 2026.
Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla melalui Keputusan Gubernur Nomor KTPS 102/11/2026 yang berlaku mulai 2 Februari hingga 30 November 2026.
Berdasarkan data Kemenhut, luas karhutla pada periode Januari hingga Maret 2026 mencapai 55.324,2 hektare, dengan Riau mencatat 8.555,37 hektare.
Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Diperkuat
Kemenhut menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca merupakan bagian dari strategi pencegahan karhutla yang telah diterapkan sejak 2015.
“Upaya penanggulangan dilaksanakan melalui patroli dan operasi udara, serta operasi pemadaman darat yang dilakukan, antara lain oleh Manggala Agni Kemenhut bersama dengan para pihak lainnya di lapangan,” kata Thomas.
Selain OMC, langkah pencegahan juga dilakukan melalui patroli, edukasi publik, serta pembentukan Masyarakat Peduli Api guna meminimalkan risiko kebakaran.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








