HOME  ⁄  Nasional

Rustini Muhaimin Iskandar Ajak Perkuat Keluarga Lewat Gerakan Return to Family

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Rustini Muhaimin Iskandar Ajak Perkuat Keluarga Lewat Gerakan Return to Family
Foto: (Sumber: Pembina DPP Perempuan Bangsa Rustini Muhaimin Iskandar berbicara dalam gerakan "Return to Family" di kawasan hari bebas kendaraan bermotor di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/4/2026). ANTARA/HO-DPP Perempuan Bangsa.)

Pantau - Rustini Muhaimin Iskandar mengajak masyarakat memperkuat kembali peran keluarga melalui gerakan Return to Family sebagai upaya membangun fondasi bangsa.

Rustini menyatakan gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi keluarga di Indonesia di tengah berbagai tantangan sosial.

"Hari ini kita tidak sekadar berkumpul. Kita hadir membawa kegelisahan, cinta, dan tanggung jawab besar untuk menyelamatkan fondasi bangsa, yaitu keluarga," ujarnya.

Ia menilai kekuatan bangsa sangat bergantung pada kekuatan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

"Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Namun, hari ini, anak-anak tumbuh tanpa pendampingan yang utuh, komunikasi melemah, dan nilai-nilai luhur mulai terkikis," katanya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital menjadi salah satu faktor yang memengaruhi berkurangnya komunikasi dalam rumah tangga.

"Ini bukan langkah mundur, melainkan upaya menguatkan akar. Keluarga adalah sekolah pertama, ibu adalah madrasah utama, dan ayah adalah pilar yang tak tergantikan. Ketika rumah kuat, bangsa akan berdiri kokoh," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengasuhan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Rustini mengajak masyarakat menghadirkan kembali kehangatan dalam keluarga dengan memperkuat komunikasi dan kasih sayang.

"Mari hadirkan kembali kehangatan dalam keluarga, kurangi jarak yang diciptakan oleh layar, dan perkuat komunikasi serta kasih sayang dalam rumah kita," katanya.

Ia juga mendorong pemangku kebijakan untuk menghadirkan regulasi yang berpihak pada keluarga serta perlindungan anak.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memperkuat peran perempuan dalam pengasuhan anak sebagai bagian dari pembangunan keluarga yang kokoh.

Gerakan Return to Family diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial.

Penulis :
Gerry Eka