
Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) dan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) meluncurkan 1,3 gigawatt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap untuk mempercepat transisi energi bersih di Indonesia, Selasa (21/4).
Dorong Target 100 GW Energi Surya Nasional
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ahmad Amiruddin mengatakan peluncuran ini menjadi fondasi awal menuju pengembangan 100 GW energi surya nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengungkapkan, “Pengembangan PLTS 100 GW merupakan langkah strategis yang sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi, memperkuat hilirisasi, dan mendorong kemandirian energi nasional.”
Program ini juga mendukung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 serta peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT).
Kolaborasi Percepat Pemanfaatan Energi Surya
Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto menegaskan kolaborasi lintas sektor akan mempercepat pemanfaatan energi surya di berbagai bidang.
“Ke depan, kolaborasi dalam pengembangan PLTS Atap diharapkan semakin luas dan dapat mempercepat pemanfaatan energi surya di berbagai sektor,” ujarnya.
Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari menambahkan bahwa energi surya kini menjadi kebutuhan strategis nasional yang memerlukan dukungan berbagai pihak.
Ia menyatakan, “Dengan dukungan ekosistem industri yang semakin matang, AESI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat implementasi PLTS dan mewujudkan target transisi energi Indonesia.”
Peluncuran ini juga diharapkan memperkuat daya saing industri nasional melalui energi yang lebih efisien dan rendah emisi serta memperluas akses energi bersih berbasis desa dan koperasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan








