
Pantau - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menegaskan masih banyak tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mencapai kesetaraan gender pada peringatan Hari Kartini 2026.
Ketimpangan Akses dan Partisipasi Masih Terjadi
Arifah menyampaikan bahwa berbagai bentuk ketimpangan masih terjadi, mulai dari akses, partisipasi, hingga manfaat pembangunan yang diterima perempuan.
Ia mengatakan, "Berbagai tantangan menuju kesetaraan gender masih terus kita hadapi. Dalam konteks hari ini, tantangan tersebut hadir dalam berbagai bentuk ketimpangan akses, partisipasi, kontrol dalam proses pelaksanaan pembangunan, dan mendapatkan manfaat yang didapat perempuan dari hasil pembangunan."
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indeks Pembangunan Gender pada 2024 tercatat 91,85 yang menunjukkan tren peningkatan, meski pertumbuhannya relatif lambat dalam satu dekade terakhir.
Arifah mengungkapkan, "Perempuan Indonesia masih mempunyai persoalan dalam akses terhadap ekonomi, pendidikan dan kesehatan."
Data Ketimpangan dan Tantangan Nyata di Lapangan
Indeks Ketimpangan Gender tahun 2024 berada di angka 0,421 yang menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam aspek kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan partisipasi ekonomi.
Tercatat sekitar 24,8 persen perempuan melahirkan tidak di fasilitas kesehatan serta masih terdapat perempuan yang melahirkan pertama kali di usia di bawah 20 tahun.
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan hanya sekitar 56,42 persen, jauh di bawah laki-laki yang mencapai 84,66 persen.
Sementara di bidang politik, keterwakilan perempuan masih berkisar 15 persen di DPRD kabupaten/kota dan provinsi, serta 22 persen di DPR RI.
Arifah menegaskan pentingnya peran negara dalam memperkuat pemberdayaan perempuan di berbagai sektor pembangunan.
Ia mengatakan, "Sehingga, negara harus terus hadir dan berupaya memperkuat pemberdayaan perempuan melalui arah kebijakan pembangunan nasional."
Ia menambahkan bahwa penguatan tersebut sejalan dengan Asta Cita keempat yang menekankan pembangunan sumber daya manusia dan kesetaraan gender.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








