
Pantau - Dudung Abdurachman dipanggil Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 21 April 2026, untuk memberikan masukan strategis terkait isu pertahanan nasional dan dinamika internasional.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB setelah pemanggilan disampaikan melalui Ajudan Presiden pada Senin malam, 20 April 2026.
Dudung yang menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional menyatakan kesiapan untuk memberikan pandangan atas berbagai isu penting yang berkembang.
"Saya kan penasihat Presiden, tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan. Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat," ungkapnya.
Agenda Pembahasan Strategis
Dudung menyebut masukan yang akan disampaikannya mencakup isu nasional dan internasional yang tengah menjadi perhatian pemerintah.
"(Isu) nasional dan internasional," ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan geopolitik global, termasuk situasi di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki dampak terhadap stabilitas keamanan internasional.
Selain itu, Dudung mengaku telah menyiapkan sejumlah poin pembahasan, meski belum merinci secara detail isi masukan sebelum pertemuan berlangsung.
Sorotan Kerja Sama Pertahanan
Dalam kesempatan tersebut, Dudung juga berencana membahas kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Kerja sama itu berkaitan dengan perjanjian Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) yang sebelumnya melibatkan Sjafrie Sjamsoeddin dan Pete Hegseth di Pentagon, Washington D.C.
"Itu kan sudah lama juga, dan ini kelihatannya akan terus dilanjutkan kerja sama kita dengan Amerika. Tetapi hal-hal yang prinsip saya rasa beliau nanti lebih tahu lah. Saya juga nanti akan bertanya kepada beliau," ungkapnya.
Dudung juga menyebut kemungkinan dirinya menjadi satu-satunya penasihat yang dijadwalkan bertemu Presiden dalam kesempatan tersebut.
"Setahu saya penasihat cuma saya sendiri," ujarnya.
- Penulis :
- Arian Mesa








