HOME  ⁄  Nasional

Legislator Dorong Perluasan Sekolah Gratis di Jakarta untuk Tekan Angka Anak Tidak Sekolah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Legislator Dorong Perluasan Sekolah Gratis di Jakarta untuk Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
Foto: (Sumber: Sejumlah murid mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMK Katolik Sint Joseph, Jakarta, Senin (13/4/2026). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program sekolah swasta gratis pada 2026 yang mencakup 103 sekolah dari berbagai jenjang di lima wilayah kota administrasi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj..)

Pantau - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Jhonny Simanjuntak menekankan pentingnya perluasan program sekolah gratis sebagai solusi menekan angka anak tidak sekolah di ibu kota.

Ia menyebut program sekolah swasta gratis harus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan tidak terbatas pada 103 sekolah yang saat ini telah berjalan.

"Salah satu jalan keluar itu sekolah swasta gratis harus menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta, jangan hanya 103 sekolah," tegas Jhonny.

Tingginya Angka Anak Tidak Sekolah

Pernyataan tersebut merespons data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang mencatat lebih dari 22 ribu anak tidak sekolah di Jakarta Utara.

Jhonny menilai persoalan tersebut tidak hanya disebabkan faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi kondisi sosial dan budaya di masyarakat.

"Betul-betul, Pemprov harus proaktif jemput bola ke masyarakat. Disdik DKI Jakarta juga harus melakukan sosialisasi kepada orang tua bahwa pendidikan adalah hal yang penting," ujar dia.

Dorongan Kolaborasi dan Langkah Strategis

Ia juga mendorong Komisi E DPRD DKI segera memanggil Dinas Pendidikan untuk membahas solusi konkret mengingat pendidikan menjadi isu strategis bagi Jakarta sebagai kota global.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengakui tingginya angka anak tidak sekolah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.

Pemerintah Kota Jakarta Utara menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pemutakhiran data, penguatan peran masyarakat, hingga pendekatan persuasif agar anak kembali bersekolah.

“Serta penguatan komitmen bersama melalui langkah konkret dan berkelanjutan,” ungkap Hendra.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan