
Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan program studi di perguruan tinggi tidak akan ditutup, melainkan dikembangkan agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
Penyesuaian Prodi Ikuti Perkembangan Teknologi
Brian menyampaikan isu penutupan program studi yang tidak relevan tidak tepat karena pemerintah mendorong pembaruan kurikulum secara berkala.
"Dulu belum ada IoT, sekarang ada IoT. Jadi alih-alih menutup prodi, yang kita dorong adalah bersama-sama dengan perguruan tinggi itu membuat supaya prodi ini meng-update secara berkala relevansi antara apa yang diajarkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.
Ia mencontohkan perkembangan teknologi seperti internet of things dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang harus menjadi acuan dalam pengembangan program studi.
Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan juga melahirkan industri baru yang perlu direspons oleh perguruan tinggi melalui penyesuaian kurikulum.
Dorong Continuous Improvement di Perguruan Tinggi
Brian menekankan pentingnya konsep continuous improvement dalam sistem pendidikan tinggi agar lulusan mampu bersaing di masa depan.
"Sehingga, (perkembangan) industri maupun perkembangan teknologi itu kemudian menjadi referensi bagi setiap program studi yang ada di Indonesia, untuk melakukan terus-menerus perbaikan. Ini yang disebut sebagai continuous improvement," kata Brian.
Ia menjelaskan di negara maju pembaruan kurikulum dilakukan secara rutin setiap dua hingga empat tahun untuk mengikuti perkembangan teknologi seperti AI hingga komputasi kuantum.
"Misalnya ada AI, bagaimana nih AI ini? Ada IoT kemudian ke depan ada kuantum komputasi. Kita harus ubah dong supaya nanti lulusannya ketika lulus, dia bekerja, sesuai dengan perkembangan teknologi yang empat tahun lagi dipakai. Alih-alih kita menutup, kita justru mengembangkan," ungkapnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







