
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa relokasi ke rumah susun (rusun) merupakan solusi jangka menengah bagi warga Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, agar tidak terus-menerus terdampak banjir.
Usulan Relokasi dan Kondisi Pengungsian
Dalam kunjungannya ke lokasi pengungsian di Rawa Buaya pada Sabtu, 24 Januari 2026, Pramono sudah menawarkan solusi pemindahan ke rusun kepada para warga terdampak banjir.
Menurut Pramono, jumlah pengungsi di Rawa Buaya merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan wilayah lain di Jakarta.
" Tidak mungkin hanya pakai pompa memindahkan air. Solusinya jangka menengah mereka harus mau untuk dibangunkan rumah susun dan tempat itu (tinggal lama) kemudian dilakukan perbaikan," ujarnya.
Hingga Minggu, 25 Januari 2026, BPBD DKI Jakarta mencatat sebanyak 131 kepala keluarga atau 480 jiwa masih bertahan di lokasi pengungsian, meskipun banjir di wilayah tersebut sudah mulai surut.
Selain Rawa Buaya, beberapa wilayah lain di Jakarta Barat juga mengalami dampak banjir yang cukup parah.
Penyebab dan Penanganan Banjir di Jakarta Barat
Kondisi banjir di Jakarta Barat diperparah oleh kiriman air dari daerah hulu seperti Tangerang dan Tangerang Selatan yang mengalir melalui beberapa sungai, yakni Sungai Angke, Sungai Pesanggrahan, dan Sungai Mookervart, yang seluruhnya bermuara di Cengkareng Drain.
Permukaan air di Cengkareng Drain telah menurun dari angka 350 menjadi 315, mendekati batas aman yang ditetapkan pada angka 310.
Banjir kali ini dipicu oleh curah hujan ekstrem, dengan intensitas rata-rata mencapai 200 mm per hari, dan bahkan mencapai 260 mm di beberapa titik.
Untuk menangani kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, serta 60 pompa apung atau portabel.
Dukungan alat berat juga diterjunkan, antara lain 99 dump truck, 3 crane, 6 unit combi jetting, 59 excavator, 1 self loader, dan 1 wheel loader.
Sebanyak 4 unit pompa tambahan dikirim dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara dan Jakarta Pusat guna mempercepat penanganan banjir.
Di lokasi pengungsian, Pemprov DKI juga menyediakan pos kesehatan serta layanan sosial bagi warga terdampak banjir.
- Penulis :
- Gerry Eka







