
Pantau - Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, menyerahkan langsung bantuan kepada 270 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di Dusun Sarah Gala, Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.
Bantuan Barang, Uang Tunai, dan Dukungan Pascabencana
Dalam sambutannya, Tri Tito menyampaikan harapannya agar bantuan yang disalurkan dapat membantu pemulihan masyarakat.
"Alhamdulillah kami hari ini sebagai (bagian dari) program Tim Penggerak PKK membawa juga bantuan kepada bapak-bapak, ibu semua. Mudah-mudahan bermanfaat," ungkapnya.
Jenis bantuan yang diberikan meliputi:
270 buah perlengkapan ibadah
208 paket perlengkapan sekolah
270 unit kompor satu tungku
50 dus minyak goreng
250 set ember dan gayung
15 dus sabun mandi
20 dus sabun cuci
250 unit kasur
150 paket makanan anak-anak
1.000 masker
100 tumbler
Selain bantuan barang, TP PKK Pusat juga menyalurkan bantuan uang tunai kepada para korban.
Tri Tito Karnavian juga menyerahkan bantuan dari Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.
Satgas dan Pemerintah Terus Kawal Pemulihan Aceh Timur
Sehari sebelum penyerahan bantuan, Mendagri Tito Karnavian meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana, termasuk dusun lain yang mengalami kerusakan cukup parah.
Bantuan dari Satgas meliputi:
Bahan makanan
Masker
Matras
Perlengkapan alat salat
Pakaian
Gerobak dorong
Cangkul
Sekop
Perlengkapan kebersihan
Air mineral
Dalam kunjungannya ke Aceh Timur, Tri Tito juga menyambangi tenda-tenda pengungsian dan berdialog langsung dengan masyarakat setempat.
Ia memberikan semangat dan harapan kepada warga, serta menekankan pentingnya menjaga kondisi tempat tinggal, khususnya bagi balita dan bayi agar tetap steril dan sehat.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama berbagai pihak terus bekerja keras untuk memulihkan fasilitas pascabencana agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala.
"Dan tolong anak-anak juga dijaga, karena penyakit ISPA menunggu kita, kalau kita tidak menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







