Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Jusuf Kalla Ajak Masyarakat Jadikan Ramadhan Sebagai Momentum Penguatan Sosial dan Ekonomi

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Jusuf Kalla Ajak Masyarakat Jadikan Ramadhan Sebagai Momentum Penguatan Sosial dan Ekonomi
Foto: (Sumber: Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla menyampaikan paparan pada rapat dengar pendapat umum dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Rapat tersebut membahas penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar.)

Pantau - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI yang juga Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, mengajak masyarakat menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat kehati-hatian, solidaritas sosial, dan ketahanan ekonomi di tengah tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

Ramadhan Harus Dorong Kesadaran Sosial dan Ekonomi

Ajakan tersebut disampaikan JK dalam acara Pelatihan Akustik Masjid yang dihadiri oleh sekitar 109 peserta Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Paragon Community Hub, Jakarta, pada Minggu, 25 Januari 2026.

Jusuf Kalla mengatakan bahwa masyarakat dan kondisi alam saat ini tengah menghadapi banyak tantangan, sehingga diperlukan kesadaran kolektif untuk saling mendukung dan bekerja keras, baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

"Dalam situasi masyarakat dan kondisi alam seperti sekarang, Ramadhan harus mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan dan pemulihan ekonomi tidak akan terwujud tanpa kerja keras yang konsisten di tengah situasi yang sulit.

JK juga mengajak masyarakat untuk saling mendoakan agar roda perekonomian tetap berjalan dengan baik.

"Kami bekerja keras membangun kondisi seperti ini. Banyak ahli ekonomi mengatakan bahwa kita memang sedang menghadapi situasi yang sulit," jelasnya.

Menurut JK, Ramadhan bukan hanya momentum peningkatan ibadah secara personal, tetapi juga harus menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas sosial dan pembangunan masyarakat secara menyeluruh.

"Jadi, Ramadhan bukan hanya soal ibadah, tetapi juga bagaimana kita membangun masyarakat," tegasnya.

Penulis :
Gerry Eka