
Pantau - Di tengah tren kantor modern yang sering diwarnai oleh estetika semata dan tekanan kerja tinggi, Zoho Corporation perusahaan teknologi asal India menawarkan pendekatan berbeda: menjadikan kantor sebagai ruang hidup, bukan sekadar ruang kerja.
Berlokasi di luar pusat kota Chennai, India, kantor pusat Zoho dirancang sebagai tempat yang tenang, terbuka, dan manusiawi, dengan filosofi bahwa manusia adalah pusat dari seluruh proses bisnis.
“Kami ingin kantor menjadi tempat yang membuat Anda merasa ingin datang kembali ke sana,” ungkap Shailesh Kumar Davey, CEO Zoho Corporation.
Kantor yang Menyediakan Kehidupan, Bukan Sekadar Fasilitas
Zoho melihat kantor sebagai tempat manusia menghabiskan hingga 80% waktu terjaga.
Karena itu, desain arsitekturnya memperhatikan langit-langit tinggi, jalur pedestrian, serta area interaksi sosial dan relaksasi.
Lebih jauh, perusahaan ini juga menyediakan tiga kali makan gratis per hari, bahkan hingga larut malam, serta fasilitas daycare dan sekolah untuk anak-anak karyawan.
Prinsip yang mereka pegang: semakin sedikit energi yang terbuang untuk logistik sehari-hari, semakin besar konsentrasi untuk kolaborasi dan kreativitas.
Budaya Kerja yang Mengakar dan Bertanggung Jawab
Fasilitas hanyalah sarana, bukan tujuan.
Budaya kerja di Zoho berakar pada kepercayaan, kebebasan, makna kerja, dan loyalitas jangka panjang.
Alih-alih mengejar pertumbuhan cepat, mereka menekankan pemahaman mendalam atas produk dan tanggung jawab profesional sebagai nilai utama.
Model ini terbukti efektif dalam menjaga retensi karyawan sekaligus menjaga kualitas dan kontinuitas inovasi.
Etika dalam AI dan Teknologi
Zoho telah mengembangkan kecerdasan buatan (AI) lebih dari satu dekade, namun mereka tidak terbawa hype generative AI.
Filosofi mereka jelas: gunakan teknologi jika benar-benar relevan, bukan karena tren.
Selain itu, mereka menjunjung tinggi privasi pelanggan dengan tidak menggunakan data pengguna untuk melatih model AI internal, sebuah prinsip yang jarang dipegang di industri saat ini.
Mandiri Tanpa Pendanaan Eksternal
Berbeda dengan banyak startup teknologi yang bergantung pada investor, Zoho memilih jalur tumbuh mandiri tanpa pendanaan eksternal.
Produk-produk dikembangkan secara bertahap, adaptif, dan berbasis masukan pengguna, menjadikan keberlanjutan sebagai inti dari strategi bisnis jangka panjang.
Zoho membuktikan bahwa perusahaan teknologi tetap bisa relevan tanpa mengejar sensasi, justru dengan memperkuat akar: manusia, keberlanjutan, dan etika teknologi.
- Penulis :
- Gerry Eka







