Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Longsor Terjang Desa Tambakbaya Lebak, Empat Rumah Warga Rusak Berat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Longsor Terjang Desa Tambakbaya Lebak, Empat Rumah Warga Rusak Berat
Foto: (Sumber: Rumah warga yang diterjang longsor di Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak terpaksa dibongkar karena khawatir roboh terjadi longsor susulan. ANTARA/Mansur.)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Banten mencatat empat rumah warga rusak berat akibat diterjang longsor di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak.

Peristiwa longsor tersebut terjadi setelah wilayah Kecamatan Cibadak diguyur hujan dengan intensitas lebat selama beberapa hari terakhir.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta mengatakan curah hujan tinggi menyebabkan longsor yang merusak rumah warga yang berada di tepi bantaran Sungai Ciujung.

BPBD telah mengirimkan petugas ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan terhadap kerusakan akibat bencana tersebut.

Sukanta mengatakan, "Kami minta masyarakat agar meningkatkan potensi bencana longsor, sehubungan curah hujan dengan intensitas lebat yang cenderung meningkat."

Empat Rumah Rusak dan Warga Dievakuasi

Camat Cibadak Apip Saepudin mengatakan empat rumah mengalami kerusakan berat akibat longsor tersebut.

Peristiwa tersebut berdampak pada tiga kepala keluarga.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Warga yang terdampak bencana telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Evakuasi dilakukan karena hujan masih turun deras dan dikhawatirkan dapat memicu longsor susulan.

Apip Saepudin mengatakan, "Kami bersama petugas gabungan sudah diturunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga, karena hujan masih turun deras, ditakutkan dapat memicu longsor susulan."

Warga Mengungsi ke Rumah Kerabat

Salah seorang warga Desa Tambakbaya bernama Saepudin mengatakan rumah miliknya mengalami kerusakan berat akibat longsor.

Ia menyebut rumah tersebut terpaksa dibongkar karena dikhawatirkan roboh jika terjadi longsor susulan.

Saepudin mengatakan, “Kami bersama tiga kepala keluarga dan 25 jiwa mengungsi ke rumah orang tua dan saudara.”

Penulis :
Gerry Eka