Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  News

Huawei Gunakan AI untuk Lindungi Lutung Kepala Putih di China

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Huawei Gunakan AI untuk Lindungi Lutung Kepala Putih di China
Foto: (Sumber: Lutung kepala putih (Trachypithecus leucocephalus) Cagar Alam Nasional Lutung Kepala Putih Chongzuo Guangxi pada Jumat (27/3). ANTARA/Desca Lidya Natalia.)

Pantau - Perusahaan teknologi China Huawei menghadirkan sistem kecerdasan buatan untuk mendukung konservasi lutung kepala putih di wilayah Guangxi yang berstatus sangat terancam punah.

Lutung kepala putih merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di Chongzuo dengan populasi sekitar 1.300 hingga 1.400 ekor.

Sebagian besar populasi berada di Cagar Alam Nasional Chongzuo.

Direktur cagar alam menyatakan, "Konservasi lutung kepala putih merupakan kerja erat antara pemerintah yang memberikan perlindungan secara legal formal, akademisi yang memberikan data-data secara empiris dan juga teknologi yang disediakan pihak swasta. Teknologi digital memungkinkan pengamatan yang lebih presisi terhadap lutung di kawasan konservasi sehingga perlindungan dapat dilakukan dengan lebih baik,".

Huawei bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan platform pemantauan berbasis AI.

Sistem ini menggunakan kamera video untuk mengumpulkan data secara real time terkait distribusi, lingkungan, dan aktivitas lutung.

Teknologi AI dimanfaatkan untuk pelabelan otomatis dan analisis data guna meningkatkan efisiensi pemantauan.

Sistem tersebut telah mencatat lebih dari 37.200 aktivitas lutung.

Pemerintah juga melakukan restorasi habitat seluas 77,6 hektare serta menyediakan sumber air dan koridor ekologi.

Populasi lutung meningkat dari sekitar 300 ekor pada 1980-an menjadi lebih dari 1.400 ekor saat ini.

Direktur cagar alam menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dalam konservasi.

"Pada periode 1990-an, China memprioritaskan pembangunan sedangkan konservasi lingkungan jadi prioritas kedua tapi seiring dengan peningkatan kualitas ekonomi, kami punya kemampuan untuk mendukung konservasi lingkungan jadi saya pikir memang dukungan pemerintah menjadi yang utama dalam konservasi, baik dari sisi legalitas maupun finansial," ujarnya.

Huawei menyatakan teknologi AI memiliki peran besar dalam pengolahan data kompleks untuk konservasi keanekaragaman hayati.

"Keberhasilan proyek lutung kepala putih ini menunjukkan nilai besar kecerdasan buatan dalam memproses data geografis yang kompleks serta volume data spesies yang sangat besar. Huawei akan terus menggunakan teknologi inovatif untuk melindungi keanekaragaman hayati dan mendorong terwujudnya kehidupan yang harmonis antara manusia dan alam," kata perwakilan Huawei.

Hingga akhir 2025, proyek konservasi berbasis teknologi Huawei telah diterapkan di 65 kawasan lindung di dunia.

Teknologi seperti 5G, komputasi awan, dan AI digunakan untuk meningkatkan efisiensi konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Penulis :
Gerry Eka