
Pantau.com - Bukan hanya hujan deras, petir juga terlihat beberapa kali menyambar lintasan MotoGP di Sirkuit Mandalika.
Momen-momen halilintar menyambar lintasan sirkuit, terekam kamera resmi penyelenggara MotoGP sehingga banyak penonton yang bergidik ketakutan.
Tidak dapat dipungkiri, hampir sebagian besar penonton offline maupun online balap MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok, mencemooh kinerja pawang hujan yang dipekerjakan di sana.
Hal ini dinilai wajar mengingat hujan deras hingga saat ini masih mengguyur ditambah lagi petir halilintar yang mulai menyambar beberapa titik arena Sirkuit Mandalika.
“Asli serem bro petirnya gede banget, suaranya bikin kaget, gw takut” ujar Susanto, salah seorang kolega pantau.com yang menonton langsung balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3/2022).
Sementara salah seorang fans balap MotoGP negeri +62, Lisa ‘Black Pink’, mengaku bersyukur rider pujaan hatinya, Marc Marquez tidak mengikuti balapan di Sirkuit Mandalika hari ini, usai tragedi horor yang menimpanya pagintadi.
“Awalnya sedih saya, Marc Marquez ku ga ikut balapan hari ini. Tapi untuk ga ikut, lihat saja (hujan) deras dan petirnya segede “gaban” (tokoh super hero anak-anak),” kata Lisa yang selalu berpenampilan seperti salah satu anggota girl band asal Korea, Lisa Black Pink.
“Mandulnya” pawang hujan ternyata menjadi berkah bagi warga sekitar, yang mengambil peluang bisnis menjual payung, kepada para penonton MotoGP.
Bukan hanya payung, jas hujan plastik juga terlihat mulai dijual warga sekitar, kepada para pembeli.
“Laris manis”, payung dan jas hujan plastik ini diserbu para penonton yang tidak ingin basah kuyup, gegera hujan semakin deras ditengah aksi komat-kamit pawang hujan.
Warga menjual payung kepada para penonton dengan harga Rp 50 hingga 100 ribu.
"Harganya ada yang Rp 50 ribu ada yang Rp 100 ribu juga," ujar Susanto, salah seorang kolega pantau.com yang menonton langsung balapan MotoGP, Minggu (20/3/2022).
"Ga papa bro, ketimbang basah, minimal enggak kuyup seperti dia tuh (sambil menunjuk pawang hujan), mbah dukun, pawang hujan mandul,” ujar Susanto.
rn- Penulis :
- Iqbal Firdaus








