
Pantau - Tim bola voli putra Surabaya Samator meraih kemenangan dramatis atas tuan rumah Medan Falcons Tirta Bhagasasi dalam lanjutan seri kedua putaran pertama Proliga 2026 di GOR Voli Indoor Sport Center Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu malam.
Pertandingan berlangsung selama 2 jam 51 menit dan dimenangkan oleh Surabaya Samator dengan skor tipis 3-2 (25-22, 23-25, 19-25, 25-17, dan 21-19).
Kemenangan ini memperlihatkan peningkatan performa Surabaya Samator di awal musim, setelah sebelumnya finis di peringkat ketiga Proliga 2025.
Evaluasi Penampilan Meski Menang
Asisten Pelatih Surabaya Samator, Sigit Ari Widodo, mengungkapkan rasa kurang puas terhadap penampilan anak asuhnya, meskipun tim berhasil meraih kemenangan.
"Set kedua dan ketiga, para pemain bermain sendiri-sendiri. Itu seharusnya tidak boleh terjadi. Namun pada set berikutnya, kami kembali bermain sebagai tim hingga akhirnya bisa memenangkan pertandingan," ungkapnya.
Menurutnya, kekalahan di dua set tersebut terjadi karena pemain tampil tidak sesuai harapan tim dan terlalu individualistis.
"Cara kami bermain hari ini tidak seperti yang diharapkan meskipun kami menang. Secara kualitas, tim kami sebenarnya lebih unggul, tetapi terlalu berhati-hati. Itulah mengapa set kedua dan ketiga lawan bisa mencuri kemenangan. Untungnya pada set keempat dan kelima, para pemain kembali bermain seperti yang diharapkan," tambahnya.
Sigit juga menyoroti pentingnya Proliga sebagai ajang pembinaan pemain muda.
"Kami berusaha menyatukan visi dan misi bahwa pertandingan di Proliga sangat penting untuk kemajuan para pemain. Secara tim, tentu masih banyak kekurangan, karena itu setiap hari kami melakukan banyak perbaikan. Tidak cukup hanya bisa bermain voli, tetapi teknik juga harus terus diasah," jelasnya.
Falcons Tampil Gigih, Evaluasi Servis dan Pertahanan
Di sisi lain, Pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto Joko Sutrisno, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski harus mengakui keunggulan lawan.
"Kami belum beruntung dan bisa bermain hingga lima set tentu menjadi hal yang luar biasa bagi para pemain," ia mengungkapkan.
Meski kalah, Ariyanto melihat adanya perkembangan mental dan kepercayaan diri dari timnya.
"Servis dan pertahanan menjadi hal yang paling penting untuk kami evaluasi. Apalagi Proliga masih panjang untuk seri-seri berikutnya. Tapi kami melihat mental dan kepercayaan diri para pemain semakin baik," ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







