
Pantau - Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 menjadi ajang uji coba aturan baru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait batas waktu servis yang dikenal sebagai aturan 25 detik untuk mempercepat tempo permainan.
Aturan 25 detik atau 25 second timer mewajibkan pemain memukul kok maksimal 25 detik setelah reli berakhir dan wasit memasukkan skor pertandingan.
Uji coba aturan tersebut diterapkan sepanjang Daihatsu Indonesia Masters 2026 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, sejak Selasa hingga Minggu.
Uji Coba Aturan untuk Percepat Permainan
Dalam penerapan aturan ini, pemain masih diperbolehkan melakukan aktivitas singkat seperti minum, mengelap keringat, atau mengikat tali sepatu selama waktu 25 detik berjalan.
BWF menguji aturan ini dengan tujuan menjaga intensitas pertandingan agar tidak terlalu banyak jeda antarreli.
Pebulu tangkis kini dituntut berpikir lebih cepat dalam menentukan pilihan servis, baik servis pendek, servis panjang, maupun servis tipuan.
Selain aspek strategi, aturan tersebut juga menuntut pemain menjaga fokus dan konsentrasi dalam waktu yang lebih singkat.
Respons Pemain dan Jalannya Pertandingan
Sejumlah pemain menilai aturan 25 detik tidak menjadi kendala dan dapat dijalani secara normal dalam pertandingan.
Salah satu laga yang mencuri perhatian adalah kemenangan Alwi Farhan atas wakil China Wang Zheng Xing melalui pertarungan tiga gim.
Kemenangan tersebut mengantarkan Alwi Farhan melaju ke babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Foto yang menyertai artikel menampilkan momen slow motion Alwi Farhan saat beradu reli dalam pertandingan tersebut.
Aturan 25 detik masih berada dalam tahap uji coba dan berpeluang diterapkan secara lebih luas pada turnamen BWF selanjutnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




