Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Mega Tia Nurfaiza, Pengabdian Senyap Fisioterapis di Balik Prestasi Para Judo Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Mega Tia Nurfaiza, Pengabdian Senyap Fisioterapis di Balik Prestasi Para Judo Indonesia
Foto: (Sumber: Dokumentasi fisioterapis tim para judo Indonesia Mega Tia Nurfaiza (tengah ketiga kanan), berfoto bersama dengan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial usai Indonesia menjadi juara umum dalam cabang olahraga tersebut. HO-Tim Para Judo Indonesia)

Pantau - Pengabdian kepada negara di bidang olahraga tidak selalu dilakukan melalui pertandingan dan perolehan medali, sebagaimana ditunjukkan Mega Tia Nurfaiza yang mengabdi sebagai fisioterapis tim para judo Indonesia di ajang ASEAN Para Games.

Mega Tia Nurfaiza menjalankan tugasnya di Nakhon Ratchasima sebagai bagian dari tim pendukung atlet pada ASEAN Para Games, mendampingi para atlet sejak edisi 2023 di Kamboja hingga ASEAN Para Games 2025 di Thailand.

Perempuan berusia 26 tahun asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tersebut mengabdikan diri sebagai fisioterapis tim para judo Indonesia yang perannya jarang tersorot namun sangat krusial.

Mega Tia konsisten berada di balik layar untuk memastikan atlet berada dalam kondisi fisik terbaik sebelum bertanding.

Tugasnya mencakup membantu proses pemulihan atlet secara cepat serta mencegah cedera yang dapat menghambat performa dan prestasi.

Artikel ini menegaskan bahwa tanpa peran fisioterapis, performa atlet tidak akan mampu mencapai puncak.

Cedera disebut sebagai risiko yang dapat datang kapan saja dan membutuhkan waktu panjang untuk pemulihan jika tidak ditangani dengan tepat.

Dalam setiap sesi latihan dan pertandingan, Mega Tia hadir menjaga kondisi fisik atlet sekaligus merawat semangat mereka.

Mega Tia merupakan lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta dan saat ini ditugaskan oleh National Paralympic Committee Indonesia untuk mendampingi atlet para judo serta beberapa cabang olahraga lainnya.

Penugasan tersebut menuntut fleksibilitas tinggi, ketelitian, serta kepekaan terhadap kondisi masing-masing atlet yang memiliki karakter berbeda.

Selama pemusatan latihan, Mega Tia bersama tim fisioterapi menjalankan program terintegrasi di Kota Solo.

Dalam satu lokasi, mereka melayani berbagai cabang olahraga paralimpik dengan pendekatan kolaborasi lintas disiplin.

Di cabang para judo, Mega Tia bekerja berdampingan dengan dokter dan massage therapist untuk membangun sinergi menuju performa optimal di arena pertandingan.

Peran fisioterapis tidak hanya menangani cedera, tetapi juga menjalankan upaya pencegahan cedera dan penyusunan program latihan pendukung performa.

Penguatan otot dan program pemulihan pascalatihan dilakukan secara rutin dengan mempertimbangkan karakteristik olahraga para judo.

Olahraga para judo menuntut kekuatan, keseimbangan, serta daya tahan fisik yang tinggi dari para atlet.

Artikel ini menegaskan bahwa tanpa dedikasi tinggi dari para pendukung atlet seperti fisioterapis, prestasi olahraga dapat dengan mudah hilang.

Dokumentasi foto menampilkan Mega Tia Nurfaiza bersama atlet, pelatih, dan ofisial setelah Indonesia menjadi juara umum cabang olahraga para judo.

Penulis :
Ahmad Yusuf