Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Olahraga

Kejuaraan Atletik Pelajar Edisi ke-198 Hidupkan Kembali Stadion Rawamangun, Cetak Bibit Atlet Muda Jakarta

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kejuaraan Atletik Pelajar Edisi ke-198 Hidupkan Kembali Stadion Rawamangun, Cetak Bibit Atlet Muda Jakarta
Foto: (Sumber: Sejumlah atlet berlomba dalam Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan edisi ke-198 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). ANTARA/HO-PASI Jakarta.)

Pantau - Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jakarta menegaskan komitmennya dalam pembinaan atlet usia dini lewat Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan yang telah digelar konsisten sejak Januari 2007 dan kini memasuki edisi ke-198.

Gelaran Perdana di Stadion Rawamangun Pascarenovasi

Ketua PASI Jakarta, Mustara Musa, menyatakan edisi ke-198 Kejuaraan Atletik Pelajar digelar di Stadion Atletik Rawamangun pada Sabtu (31/1/2026), menandai pertama kalinya ajang ini dilangsungkan di stadion tersebut usai rampung direnovasi.

"Harapannya, kejuaraan ini terus melahirkan atlet bertalenta dari kalangan pelajar Jakarta," ungkap Mustara.

Sebanyak 480 peserta ambil bagian dalam ajang ini, mencakup kategori kids atletik, SD, SMP, SMA, hingga kategori terbuka.

Kategori kids atletik dibagi menjadi empat kelompok usia (2–3 tahun, 3–4 tahun, 4–5 tahun, dan 5–6 tahun) yang mempertandingkan nomor lari 30 meter campuran.

Untuk tingkat SD, kategori U-10 dan U-13 melombakan nomor lari 60 meter putra/putri serta estafet 5x80 meter campuran.

Tingkat SMP mempertandingkan lari 80 meter putra/putri, sementara kategori SMA dan terbuka mempertandingkan lari 100 meter putra/putri.

Kategori terbuka juga terbuka untuk sekolah internasional di Jakarta.

Keikutsertaan ratusan peserta lintas usia disebut berhasil menghidupkan kembali Stadion Rawamangun sebagai ruang pertemuan komunitas atletik pelajar Jakarta.

Membangun Regenerasi dan Ekosistem Atletik Berkelanjutan

Mustara menegaskan pentingnya event ini sebagai ajang regenerasi atletik Jakarta, seiring kebutuhan menggantikan atlet senior yang telah atau akan pensiun.

Kejuaraan ini juga menjadi salah satu event atletik pertama di Indonesia pasca-SEA Games 2025, di mana atletik menyumbang sembilan emas, lima perak, dan enam perunggu untuk kontingen Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Mustara menjabat sebagai manajer tim nasional atletik.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan atletik harus didasarkan pada budaya dan ekosistem yang sesuai standar internasional, tidak hanya fokus pada mencetak atlet tetapi juga memperkuat sistem pembinaan.

Sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia olahraga, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta dilibatkan sebagai perangkat perlombaan dalam kejuaraan ini.

"Kejuaraan ini harus terus berkembang dengan jumlah peserta meningkat dan dukungan yang lebih luas, termasuk dari sponsor dan pemangku kepentingan," tegas Mustara.

Ia berharap pembinaan atletik Jakarta dapat berkelanjutan dan menghasilkan prestasi nasional maupun internasional di masa mendatang.

Penulis :
Gerry Eka