
Pantau - Atlet Brasil Lucas Pinheiro Braathen menyabet medali emas nomor giant slalom putra pada Olimpiade Musim Dingin 2026 di Cortina d'Ampezzo, Sabtu 14 Februari, sekaligus memastikan medali pertama bagi Amerika Selatan dalam sejarah ajang tersebut.
Kemenangan itu diraih Braathen setelah mencatatkan total waktu 2 menit 25,00 detik dari dua kali luncuran di lintasan yang menantang.
Atlet berusia 25 tahun tersebut tampil konsisten sejak awal perlombaan dan menunjukkan performa luar biasa sepanjang pertandingan.
Pada luncuran pertama, Braathen membukukan waktu 1 menit 13,92 detik.
Ia kemudian mempertajam catatannya pada luncuran kedua dengan waktu 1 menit 11,08 detik.
Catatan tersebut membuat Braathen finis 0,58 detik lebih cepat dibandingkan juara bertahan asal Swiss, Marco Odermatt.
Persaingan Ketat Wakil Swiss
Marco Odermatt harus puas meraih medali perak setelah gagal mempertahankan gelarnya pada nomor giant slalom putra.
Rekan setimnya, Loic Meillard, berhasil mengamankan medali perunggu untuk Swiss.
Sementara itu, atlet ski Swiss lainnya, Thomas Tumler, finis di posisi keempat dengan selisih 0,28 detik dari peraih medali sehingga gagal naik podium.
Wakil China Finis di Posisi Ke-58
Di sisi lain, wakil China Liu Xiaochen menyelesaikan perlombaan di posisi ke-58 pada nomor giant slalom putra tersebut.
Keberhasilan Braathen menjadi tonggak sejarah baru bagi Brasil dan kawasan Amerika Selatan di cabang olahraga musim dingin pada ajang Olimpiade.
- Penulis :
- Gerry Eka







