
Pantau - Forward Miami Heat Keshad Johnson menjuarai Slam Dunk NBA All-Star 2026 setelah mengalahkan rookie San Antonio Spurs Carter Bryant pada babak final di Intuit Dome, Inglewood, California.
Johnson memastikan gelar melalui dua dunk solid pada babak penentuan dengan catatan nilai 49,6 dan 47,8.
Bryant sempat mencuri keunggulan lewat nilai sempurna 50,0 pada percobaan pertama di final, namun hanya memperoleh 43,0 pada dunk kedua sehingga gagal mempertahankan posisi teratas.
Kontes Slam Dunk 2026 menjadi penutup rangkaian NBA All-Star dengan menghadirkan empat peserta debutan yakni Carter Bryant dari Spurs, Jaxson Hayes dari Los Angeles Lakers, Keshad Johnson dari Heat, serta Jase Richardson dari Orlando Magic.
Duel Sengit di Babak Final
Bryant yang merupakan rookie pilihan ke-14 NBA Draft 2025 mencuri perhatian setelah melempar bola tinggi ke udara dan menyelesaikannya dengan gerakan di antara kedua kaki dalam satu percobaan untuk meraih nilai 50.
Namun ia gagal menjaga konsistensi pada percobaan kedua di final sehingga Johnson yang tampil stabil mampu mengunci kemenangan.
Johnson yang dijuluki Showtime karena kerap menutup sesi pemanasan Miami Heat dengan dunk atraktif tampil lebih tenang dan konsisten pada babak akhir.
Kemenangan tersebut menjadi sorotan karena Johnson tidak terpilih dalam NBA Draft 2024 dan sempat dipanggil kembali dari G League sebelum tampil dalam 21 pertandingan bersama Miami Heat musim ini.
Format dan Hasil Putaran Awal
Pada babak pertama, Bryant mencatat nilai 45,6 dan 49,2 untuk lolos sebagai peraih skor tertinggi putaran awal.
Johnson menyusul dengan nilai 47,4 dan 45,4 untuk memastikan tiket ke final.
Jase Richardson yang merupakan putra dua kali juara Slam Dunk Jason Richardson tersingkir setelah terjatuh dan membentur kepala pada percobaan kedua meski berhasil pada upaya ketiga.
Jaxson Hayes yang paling berpengalaman di antara peserta juga gagal melaju setelah mencatat nilai 44,6 dan 47,2 di putaran awal.
Slam Dunk 2026 menggunakan format dua putaran dengan empat peserta melakukan dua dunk di putaran pertama untuk menentukan dua finalis sebelum dua dunk tambahan di final menentukan juara berdasarkan akumulasi nilai tertinggi.
- Penulis :
- Gerry Eka








