Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Otomotif

Ford dan Xiaomi Bantah Kabar Kerja Sama Produksi Kendaraan Listrik di Amerika Serikat

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Ford dan Xiaomi Bantah Kabar Kerja Sama Produksi Kendaraan Listrik di Amerika Serikat
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Pabrik mobil Ford di Amerika Utara. Ford.)

Pantau - Ford dan Xiaomi secara tegas membantah laporan yang menyebut keduanya akan membentuk usaha patungan untuk memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Laporan tersebut sebelumnya menarik perhatian karena menyiratkan adanya potensi kolaborasi antara produsen mobil Tiongkok dan produsen mobil asal AS di tengah ketegangan perdagangan dan kebijakan pembatasan terhadap produk otomotif Tiongkok di pasar Amerika.

Menurut laporan Carnewschina pada Minggu, Xiaomi menyatakan bahwa informasi mengenai negosiasi dengan Ford tidak benar dan mereka belum melakukan diskusi apapun terkait hal tersebut.

Xiaomi juga menegaskan bahwa saat ini mereka tidak menjual produk maupun jasa di Amerika Serikat.

Ford mengeluarkan pernyataan serupa, menyebut laporan tersebut "sepenuhnya tidak benar dan tanpa dasar faktual", ungkap perwakilan perusahaan.

Laporan Awal dan Respons Kedua Perusahaan

Sebelumnya, Financial Times melaporkan bahwa ada empat sumber yang menyebut Ford telah melakukan diskusi awal dengan Xiaomi untuk kemungkinan kerja sama produksi kendaraan listrik di AS.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa Ford menjalin komunikasi dengan BYD dan sejumlah produsen mobil Tiongkok lainnya terkait potensi kolaborasi di pasar otomotif AS.

Namun hingga kini, tidak ada satu pun klaim dalam laporan tersebut yang dikonfirmasi oleh Ford maupun Xiaomi.

CEO Ford, Jim Farley, sebelumnya sempat memuji kendaraan listrik Tiongkok dan bahkan diketahui mengimpor model Xiaomi SU7 untuk penggunaan pribadi.

Farley juga menyampaikan bahwa produsen kendaraan listrik Tiongkok memiliki potensi besar untuk menjadi ancaman bagi industri otomotif Barat dan memprediksi kemungkinan mereka akan masuk ke pasar AS.

Ketegangan Perdagangan dan Sikap Pemerintah AS

Pemerintah Amerika Serikat saat ini memperketat impor produk dan teknologi otomotif Tiongkok melalui penerapan tarif serta pembatasan terhadap perangkat lunak dan perangkat keras dalam kendaraan pintar.

Sejumlah anggota parlemen AS juga menyuarakan kekhawatiran mereka atas potensi kerja sama antara perusahaan otomotif AS dan perusahaan teknologi asal Tiongkok.

Meskipun demikian, Ford sebelumnya telah menandatangani perjanjian lisensi dengan CATL, perusahaan baterai asal Tiongkok, untuk penggunaan teknologi mereka dalam lini produksi di Amerika Serikat.

Xiaomi sendiri baru memasuki industri otomotif dengan meluncurkan kendaraan listrik pertamanya pada tahun 2024, sebagai bagian dari ekspansi dari bisnis elektronik konsumen ke sektor otomotif.

Sementara itu, produsen otomotif Tiongkok seperti BYD terus memperluas ekspansi global mereka ke Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin melalui peningkatan produksi lokal.

Penolakan resmi dari Ford dan Xiaomi menegaskan bahwa saat ini tidak ada pembicaraan ataupun negosiasi mengenai pembentukan usaha patungan kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Penulis :
Gerry Eka