Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Pantau Haji

Suami Wafat Sehari Sebelum Berangkat, Runiti Kuatkan Diri Pergi Haji Sendirian

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Suami Wafat Sehari Sebelum Berangkat, Runiti Kuatkan Diri Pergi Haji Sendirian
Foto: Runiti, jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, harus pergi haji sendirian lantaran suaminya wafat sehari sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. (Dok. Istimewa)

Pantau Haji - Tepat pukul 01.00 Waktu Arab Saudi, maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 6132 mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, Selasa (21/5/2024).

Pesawat membawa 354 Jemaah Calon Haji (JCH) dan 5 petugas dari Embarkasi SOC 32, dengan jumlah manifest 359 penumpang. 

Setelah turun dari pesawat, semua jemaah keluar melalui pintu kedatangan di gate fast track. Jemaah tidak lagi melewati pemeriksaan imigrasi otoritas bandara. Jemaah hanya melewati pemeriksaan X Ray. Kemudian satu persatu keluar dan menuju bus pemberangkatan. 

Ada empat mesin X Ray sebagai jalur antrian jemaah keluar menuju pintu kedatangan. Lantas, petugas PPIH Arab Saudi dengan cepat membantu menurunkan koper dan tas jemaah setelah melewati pintu X-Ray.

Tidak butuh waktu lama bagi kami tim Media Center Haji (MCH) menunggu kedatangan Runiti. Kurang dari 3 menit Runiti meletakkan koper dan tas ke mesin X-Ray. Lantas, saya sontak membantu menurunkan koper dan tas milik ibu Runiti.

Raut wajah lelah dan dirundung kesedihan masih terpancar dari wajah Runiti meski dirinya mengenakan masker. Begitu pun, wanita asal Kabupaten Pemalang ini tampak tegar.

Kami pun lantas menyalami Runiti satu persatu sambil mengucapkan turut belasungkawa dan berduka atas kepergian suaminya, sesaat sebelum keberangkatan mereka berdua ke Tanah Suci.

"Terima kasih ya pak doanya," kata Runiti. 

Runiti ditinggal suaminya persis sehari sebelum keberangkatan mereka ke Tanah Suci. Suaminya bernama Daryono Kasrup Limun (70) wafat di Asrama Haji Donohudan Boyolali, 19 Mei 2023.

Tak ada tanda-tanda suaminya bakal meninggalkan ia sendiri. Runiti mengaku sang suami memang memiliki gejala sakit jantung. Namun, selama ini masih bisa beraktivitas seperti biasa.

"Sakitnya gejala jantung tadinya. Sudah (lama), tapi gak separah itu pak. Biasanya bisa aktivitas, ini kok ya," ujarnya. 

Runiti ikhlas benar. Tak ada lagi air mata yang menetes dari kedua kelopak matanya. Ucapannya juga tampak tak lirih. Wanita lansia ini bahkan tak sabar ingin secepatnya menginjakkan kaki ke Masjidil Haram.

Runiti yakin, biar raga Daryono tak lagi bersamanya, namun jiwa suaminya justru menambah kekuatan baginya untuk tetap menjalani ibadah haji. 

"Harus tegar pak, karena saya mau jalani ibadah haji," ucapnya. 

Selepas kepergian Daryono, kini Runiti tinggal sendiri. Tiga anaknya telah berumah tangga. 

"Anak-anak semuanya tiga, tapi semuanya sudah menikah semua. Sudah mandiri," tukasnya.

Tidak banyak doa yang ingin ia ucapkan di tanah suci. Ia hanya ingin menitipkan doa bagi sang kekasih hidupnya, agar dimaafkan kesalahan dan diterima segala amal ibadah di dunia. 

"Semoga diterima di sisi Allah SWT," kata Runiti sambil mengamini.

Sementara Ketua Kelompok Terbang (Kloter) SOC 32 Embarkasi Solo, Khabibur Rokhman mengatakan, setelah kepergian Daryono, semua memberikan semangat kepada Runiti.

Bahkan, seluruh jemaah yang tergabung dalam satu kloter merasa jika Runiti adalah keluarga baru yang dititipkan Allah SWT kepada mereka. 

"Alhamdulillah, tadi di pesawat beliau senang, gembira dan kemudian siap menjalankan ibadah haji dan umrah. Beliau sudah kami berikan bimbingan, arahan, motivasi, dan semangat untuk bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah sesuai tuntunan sunah Rasulullah," kata Khabibur. 

Khabibur juga memastikan, niat kuat Runiti tetap menjalankan ibadah haji juga didukung keluarganya.

"Insya Allah tegar dan ikhlas, karena dari pihak keluarga yang di rumah Insya Allah akan mengurus beliau. Dan beliau diminta untuk meneruskan ibadah haji dan umrah," ucapnya.

Untuk menjaga semangat Runiti selama di tanah suci, ia bersama ketua rombongan dan regu serta Jemaah lainnya akan terus memberikan pendampingan. 

"Nanti dengan teman - teman yang satu regu Insya Allah sudah kompak dan solidaritas. Ketua regu dan kami termasuk ketua kloter Insya Allah siap lakukan pendampingan," ujar Khabibur. 

Sebelumnya, Daryono ditemukan dalam kondisi terdiam di Gedung Makah lantai 2 Asrama Haji Donohudan, Boyolali Minggu (19/5/2024).

Diduga, Daryono mengalami gagal jantung, setelah sebelumnya mendapat pertolongan dari tim kesehatan poliklinik Embarkasi Solo.

Penulis :
Khalied Malvino
Editor :
Fadly Zikry