
Pantau - Hitung-hitung posisi bacawapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) dimulai setelah masuknya Golkar dan PAN ke koalisi yang sudah dibangung Gerindra dan PKB beberapa bulan lalu.
Bahkan, setelah Golkar dan PAN 'cabut' dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) setelah ditinggal PPP yang mendukung bacapres PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bentukan Gerindra dan PKB mulai ada sedikit friksi.
Direktur Eksekutif Partner Politik Indonesia AB Solissa menyebut, posisi PKB serta Ketumnya Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Imin cukup dilematis setelah Golkar dan PAN bergabung, hingga mengubah nama KKIR menjadi KIM.
"Posisi PKB dan Cak Imin saat ini cukup dilematis dalam koalisi partai pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. Dengan masuknya Partai Golkar dan PAN dalam barisan partai pengusung Prabowo, posisi tawar PKB sudah mulai berkurang, tidak sedeterminan dahulu sejak awal-awal koalisi Gerindra-PKB dibentuk," ujar AB Solissa kepada Pantau.com, Rabu (30/8/2023).
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah mengumumkan nama baru koalisi pendukungnya dalam acara HUT PAN.
Awalnya, koalisi ini bernama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang beranggotakan Partai Gerindra dan PKB. Kini, dengan tambahan dukungan dari Golkar dan PAN, maka nama koalisi berubah menjadi Koalisi Indonesia maju.
- Penulis :
- Khalied Malvino









