
Pantau - Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena mengaku menerima kondisi timnya yang tidak bisa bermain di kandang utama Indomilk Arena saat menjamu Arema FC pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026.
Harus “Mengungsi” ke Serang
Pada laga yang digelar pukul 19.00 WIB, Persita terpaksa menggunakan Banten International Stadium (BIS) di Serang, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari markas aslinya di Tangerang.
Pena mengakui situasi ini tidak ideal, terutama dari sisi dukungan suporter.
“Saya tidak bisa bilang bahwa saya senang bermain di Banten International Stadium,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan jadwal pertandingan di hari Jumat yang dinilai akan mengurangi jumlah penonton.
“Saya sedih karena kita pasti akan memiliki dukungan yang lebih sedikit dari biasanya,” katanya.
Tetap Anggap Laga Sebagai Kandang
Meski begitu, Pena menegaskan timnya tetap menganggap pertandingan tersebut sebagai laga kandang.
Ia pun mengajak para suporter untuk tetap hadir dan memberikan dukungan langsung di stadion.
“Kita harus bermain di sini, ini kandang kita,” tegasnya.
Target Bangkit dan Kejar Empat Besar
Persita datang ke laga ini usai kekalahan 0-1 dari Persebaya Surabaya. Pena menilai timnya perlu memperbaiki penyelesaian akhir.
“Kami sudah menganalisis pertandingan itu dan bekerja untuk memperbaiki kekurangan,” ujarnya.
Saat ini, Persita berada di peringkat ketujuh klasemen dengan 41 poin, terpaut lima poin dari zona empat besar.
Kemenangan atas Arema FC menjadi penting untuk menjaga peluang Pendekar Cisadane menembus posisi empat besar di akhir musim.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








