
Pantau - Perkembangan teknologi selalu membawa sisi baik dan buruk, tak terkecuali Artificial Intelligence (AI). AI sering disalahgunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari menipu dosen dengan mengumpulkan tugas yang dikerjakan oleh AI, melakukan phishing melalui pesan dan email dengan tata bahasa yang rapi, hingga membuat deepfake yang merugikan orang tertentu.
Dilansir dari Makeuseof, alat pendeteksi AI sering kali menunjukkan hasil yang salah. Misalnya, konten buatan manusia diklaim 100 persen buatan AI, sedangkan konten yang sepenuhnya dibuat oleh ChatGPT atau model AI lainnya dinilai 70 hingga 100 persen buatan manusia.
Hal ini terjadi karena tulisan manusia dan teknologi masih belum bisa dibedakan. Secanggih apa pun metode pengenalan bahasanya, alat ini masih bisa melakukan kesalahan. Salah satu alat pendeteksi AI yang terbukti melakukan kesalahan adalah ZeroGPT.
Baca : Mulai Rp390 Ribuan! Ini 3 Rekomendasi Smartwatch Amoled Terjangkau
Privasi dan Keamanan Data Rentan Dicuri
AI atau Artificial Intelligence merupakan sebuah teknologi sistem komputer yang dirancang untuk meniru kemampuan intelektual manusia. Singkatnya, teknologi ini dapat membuat mesin bisa memiliki pikirannya sendiri yang menyerupai manusia.
AI sendiri nyatanya membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan lebih efisien berkat kecepatannya dalam menganalisis dan memberikan informasi kepada manusia. Karena itulah AI kerap dipakai dalam dunia pekerjaan, pendidikan, keamanan digital, maupun kesehatan. Meskipun demikian AI nyatanya tidak dapat kita percaya sepenuhnya karena membawa tantangan tersendiri bagi manusia.
Privasi dan keamanan data seseorang rentan tercuri karena AI seringkali memerlukan akses ke sejumlah besar data pribadi dan sensitif. Ini menimbulkan risiko terhadap privasi data dan potensi penyalahgunaan informasi.
Meskipun AI menawarkan potensi yang besar untuk kemajuan teknologi, bagaimana pun juga AI dirancang oleh manusia dan kerap mengalami error, karena itu kita tidak boleh langsung percaya kepada informasi yang diberikan oleh AI.
- Penulis :
- Annisa Indri Lestari








