Pantau Flash
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Kominfo: Konektivitas Jadi Kunci Sukses Pemanfaatan AI untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kominfo: Konektivitas Jadi Kunci Sukses Pemanfaatan AI untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 8 Persen
Foto: (Sumber: Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Sonny Hendra Sudaryana dalam acara Road to Rapat Pimpinan Kadin Indonesia 2025 di Jakarta, Minggu (30/11/2025) (ANTARA/Fitra Ashari).)

Pantau - Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa konektivitas merupakan elemen utama dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial (AI) yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Road to Rapat Pimpinan Kadin Indonesia 2025 di Jakarta, Minggu, 30 November 2025.

"Karena kita nggak bisa ngomongin digital economy atau digital ecosystem kalau konektivitasnya nggak ada, AI apa segala macem nggak akan jalan kalau konektivitasnya nggak ada," ujar Sonny.

Ia menjelaskan bahwa konektivitas tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus dibangun dalam satu kesatuan ekosistem digital bersama elemen lainnya.

5C: Lima Pilar Penting Ekosistem AI yang Efektif

Untuk mewujudkan ekosistem AI yang mendukung pembangunan ekonomi, Sonny memaparkan lima elemen penting yang dikenal dengan 5C:

Connectivity
Konektivitas harus sehat, merata, dan terjangkau.
Indonesia saat ini hanya memiliki tiga operator seluler aktif, sehingga efisiensi dan kecepatan jaringan perlu ditingkatkan.

Computing Power
Daya komputasi nasional masih rendah, yaitu hanya 1 watt per kapita, jauh di bawah Malaysia yang sudah mencapai 7 watt per kapita.
Peningkatan kapasitas pusat data menjadi langkah penting untuk mendukung AI.

Content Data
Data harus bersih, valid, dan sesuai dengan regulasi serta standar privasi.
Sonny menekankan pentingnya integrasi data agar tidak terfragmentasi.
"Kalau data pendidikan, data sosial, data penduduk, dan umur terpisah, kita tidak akan mendapatkan inovasi maksimal. Velocity of data itu mempercepat inovasi," jelasnya.

Competent
Masyarakat sebagai pengguna teknologi harus memiliki kompetensi dan literasi digital yang baik, tidak hanya bisa menggunakan teknologi seperti prompt AI, tetapi juga memahami dampaknya.

Cooperation
Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan.
Pemerintah harus membuat regulasi yang transparan dan implementatif, sementara industri seperti startup mulai menjadikan AI sebagai alat nyata untuk efisiensi.
Sonny juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sipil untuk mendukung edukasi dan keberlanjutan industri AI.

AI Sebagai Solusi Bonus Demografi dan Ancaman Middle Income Trap

Sonny menjelaskan bahwa penerapan AI yang baik bukan hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat menjadi solusi terhadap tantangan besar seperti:

Tekanan pengangguran akibat bonus demografi

Risiko middle income trap, terutama karena populasi Indonesia mulai menua dalam 10 tahun ke depan

Menurutnya, jika 5C dijalankan secara menyeluruh, ekosistem AI Indonesia tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga menciptakan ketahanan ekonomi jangka panjang.

Penulis :
Gerry Eka