Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Indonesia-Jepang Perkuat Riset Industri, Fokus pada Semikonduktor hingga Hilirisasi Mineral

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia-Jepang Perkuat Riset Industri, Fokus pada Semikonduktor hingga Hilirisasi Mineral
Foto: (Sumber: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam kegiatan Indonesia-Japan Workshop in New Energy and Industrial Technology di Jakarta, Selasa (6/1/2025). ANTARA/Sean Filo Muhamad)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggandeng New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang dalam kerja sama strategis untuk memperkuat riset yang berorientasi pada pengembangan industri di Indonesia.

Kerja sama ini menandai langkah baru dalam transformasi riset dari yang bersifat fundamental menuju riset terapan yang langsung mendukung pendirian industri dasar di tanah air.

“Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian. Kerja sama penelitian yang ditawarkan adalah penelitian yang sifatnya penyiapan untuk industri, jadi disebutnya one step to industry,” ujar Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.

Fokus pada Industri Strategis: Semikonduktor, Silikon, hingga Sel Surya

Brian menekankan bahwa riset yang akan dilakukan tidak bersifat terlalu fundamental, tetapi diarahkan langsung ke sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan industri nasional.

Bidang fokus penelitian meliputi pendirian industri dasar seperti industri semikonduktor, silikon, sel surya, dan hilirisasi mineral.

Penelitian juga akan melibatkan Danantara sebagai representasi industri-industri BUMN di Indonesia serta mitra industri dari Jepang.

“Kita akan menawarkan kepada teman-teman pendidikan tinggi dan profesor-profesor. Jepang juga akan memberikan beberapa profesornya dan juga industrinya kita akan libatkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, targetnya adalah agar dalam satu hingga dua tahun ke depan, industri hasil kolaborasi ini sudah bisa mulai berdiri.

“Jadi, nanti diharapkan riset atau kajian yang akan berlangsung fokus kepada pembangunan industri maju di Indonesia. Jadi bukan lagi yang sifatnya riset dasar,” tegasnya.

NEDO: Riset Harus Berkontribusi pada Energi dan Kesejahteraan

Direktur Eksekutif NEDO, Kikuo Kishimoto, menyambut baik kolaborasi ini dan menegaskan bahwa pengembangan riset tidak hanya untuk penguatan ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk penyelesaian masalah sosial.

Ia menyoroti pentingnya riset dan pengembangan (research and development / R&D) yang mampu menjawab tantangan energi, lingkungan, dan kesejahteraan hidup masyarakat.

“Jadi, R&D seharusnya berkontribusi ke arah tersebut. Jadi kami berpikir tentang perkembangan baru bersama Indonesia. Kami berharap bukan hanya melakukan R&D, tapi kita juga berpikir tentang masa depan, menciptakan dunia yang baik,” ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan