Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Grok Batasi Fitur Gambar Usai Kecaman Internasional Terkait Konten Pornografi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Grok Batasi Fitur Gambar Usai Kecaman Internasional Terkait Konten Pornografi
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Logo xAI yang merupakan perusahaan kecerdasan artifisial milik pebisnis Elon Musk. ANTARA/Livia Kristianti.)

Pantau - Perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, Grok, resmi membatasi fitur pembuatan gambar hanya untuk pelanggan berbayar di platform X, menyusul kritik keras dari berbagai negara atas penyalahgunaan fitur tersebut untuk membuat konten pornografi.

Fitur Gambar Kini Eksklusif untuk Pengguna Berbayar

Dilaporkan oleh TechCrunch pada Jumat waktu setempat, pembatasan ini diterapkan setelah fitur gambar Grok digunakan untuk membuat gambar vulgar tanpa persetujuan, termasuk gambar anak-anak, selebritas, dan tokoh publik.

Dalam pernyataan resminya, Grok menyatakan bahwa hanya pelanggan berbayar di platform X yang kini dapat membuat dan mengedit gambar.

Namun, pembatasan ini belum diberlakukan di aplikasi Grok terpisah, yang hingga kini masih mengizinkan siapa pun membuat gambar secara gratis.

Fitur pembuatan gambar sebelumnya tersedia untuk umum dengan batas harian, yang memungkinkan pengguna mengunggah foto siapa pun dan mengubahnya menjadi versi yang lebih seksual eksplisit.

Penyalahgunaan tersebut memicu kemarahan luas dan sorotan internasional terhadap platform X serta perusahaan induk Grok, xAI.

Kecaman Internasional dan Tindakan Regulator

Akibat penyalahgunaan ini, X dan Elon Musk mendapat kecaman dari berbagai negara yang menuntut tindakan tegas terhadap penyebaran konten ilegal.

"Siapapun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan mengalami konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggah konten ilegal," ungkap pihak Grok dalam pernyataan tertulis.

Uni Eropa telah meminta xAI untuk menyimpan seluruh dokumentasi terkait chatbot Grok demi keperluan investigasi.

Kementerian Komunikasi India juga menginstruksikan X untuk segera melakukan perubahan teknis guna mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Pemerintah India memperingatkan bahwa X dapat kehilangan perlindungan hukum safe harbor jika tidak melakukan perbaikan sistem.

Sementara itu, lembaga pengawas komunikasi Inggris menyatakan telah menghubungi pihak xAI untuk meminta klarifikasi terkait insiden tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf