Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Teknologi & Sains

SpaceX Kantongi Izin Tambahan untuk Luncurkan 7.500 Satelit Starlink Generasi Kedua

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

SpaceX Kantongi Izin Tambahan untuk Luncurkan 7.500 Satelit Starlink Generasi Kedua
Foto: (Sumber: Salah satu perangkat Starlink yang akan digunakan di sekolah (10/12/2024) (ANTARA/Bayu Saputra).)

Pantau - SpaceX resmi memperoleh persetujuan dari Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) untuk meluncurkan 7.500 satelit Starlink generasi kedua tambahan, sebagaimana dilaporkan oleh laman Tech Crunch pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Perluas Layanan Internet Global dan Direct-to-Cell

Dengan persetujuan ini, total jumlah satelit Starlink yang diizinkan beroperasi secara global mencapai 15.000 unit.

FCC menyebut bahwa langkah ini akan memperluas layanan internet berkecepatan tinggi melalui peluncuran lebih banyak satelit.

Selain itu, FCC mengizinkan satelit generasi kedua ini beroperasi pada lima frekuensi berbeda, termasuk menyediakan layanan direct-to-cell, atau konektivitas langsung ke ponsel.

Layanan direct-to-cell tersebut juga dapat menjangkau wilayah di luar Amerika Serikat, dengan cakupan tambahan di dalam negeri.

Target Peluncuran dan Manfaat Teknologi Starlink

Sebelumnya, SpaceX mengajukan izin peluncuran untuk total 15.000 satelit tambahan.

Namun, FCC baru menyetujui 7.500 di antaranya, sementara sisanya — sebanyak 14.988 satelit — masih ditunda.

FCC juga menetapkan tenggat waktu, yaitu 50 persen dari satelit yang disetujui harus sudah diluncurkan paling lambat 1 Desember 2028, dan sisanya paling lambat Desember 2031.

Jaringan Starlink terdiri dari konstelasi satelit kecil yang mengorbit di orbit rendah Bumi (low Earth orbit / LEO) dan dimiliki oleh SpaceX, perusahaan milik Elon Musk.

Sistem ini dirancang untuk menyediakan akses internet broadband berkecepatan tinggi dan latensi rendah ke seluruh dunia.

Teknologi Starlink sangat berguna bagi wilayah-wilayah terpencil atau belum terjangkau jaringan serat optik.

Layanan ini memungkinkan berbagai aktivitas seperti streaming, gaming online, panggilan video, hingga penggunaan internet di lokasi yang sebelumnya tidak memiliki konektivitas sama sekali.

Saat ini, layanan Starlink juga telah tersedia di Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka